Kejari Temanggung keluarkan Sprindik baru kasus BKK Pringsurat
Kamis, 27 Juni 2019 19:53 WIB
Kasi Pidsus Kejari Temanggung Sabrul Iman (ANTARA News/Heru Suyitno)
Temanggung (ANTARA) - Kejaksaan Negeri Temanggung, Jawa Tengah, kembali mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Dprindik) kasus korupsi Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat yang menelan kerugian negara sekitar Rp114 miliar.
"Kami kembali mengeluarkan satu sprindik baru, jadi total Sprindik saat ini ada enam Sprindik dan enam tim khusus untuk mengembangkan kasus tersebut," kata Kasi Pidsus Kejari Temanggung, Sabrul Iman di Temanggung, Kamis.
Menurut dia, munculnya satu Sprindik baru tersebut berdasarkan hasil pengembangan kasus setelah diterbitkannya lima Sprindik sebelumnya.
Baca juga: Jaksa ajukan banding putusan kasus BKK Pringsurat
"Setelah dikeluarkan lima Dprindik kemarin maka kami lakukan gelar perkara, kemudian ternyata kami temukan fakta baru maka diterbitkan lagi Dprindik baru ini," katanya.
Ia menuturkan dengan fakta-fakta yang ada tidak menutup kemungkinan akan muncul Sprindik baru untuk memunculkan tersangka baru dalam kasus korupsi ini.
"Tidak menutup kemungkinan dalam pengembangan kasus tersebut akan ada tersangka baru yang berasal dari pejabat pemerintah sepanjang ada fakta," katanya.
Ia menyampaikan sampai saat ini belum ada tersangka baru meskipun Sprindik sudah diterbitkan dan sejumlah alat bukti sudah ada.
"Kami memang sudah memegang dua alat bukti untuk menetapkan tersangka, tetapi saat ini kami belum menetapkan tersangka baru," katanya.
Baca juga: Kejaksaan selidiki lima mantan karyawan BKK Pringsurat
"Kami kembali mengeluarkan satu sprindik baru, jadi total Sprindik saat ini ada enam Sprindik dan enam tim khusus untuk mengembangkan kasus tersebut," kata Kasi Pidsus Kejari Temanggung, Sabrul Iman di Temanggung, Kamis.
Menurut dia, munculnya satu Sprindik baru tersebut berdasarkan hasil pengembangan kasus setelah diterbitkannya lima Sprindik sebelumnya.
Baca juga: Jaksa ajukan banding putusan kasus BKK Pringsurat
"Setelah dikeluarkan lima Dprindik kemarin maka kami lakukan gelar perkara, kemudian ternyata kami temukan fakta baru maka diterbitkan lagi Dprindik baru ini," katanya.
Ia menuturkan dengan fakta-fakta yang ada tidak menutup kemungkinan akan muncul Sprindik baru untuk memunculkan tersangka baru dalam kasus korupsi ini.
"Tidak menutup kemungkinan dalam pengembangan kasus tersebut akan ada tersangka baru yang berasal dari pejabat pemerintah sepanjang ada fakta," katanya.
Ia menyampaikan sampai saat ini belum ada tersangka baru meskipun Sprindik sudah diterbitkan dan sejumlah alat bukti sudah ada.
"Kami memang sudah memegang dua alat bukti untuk menetapkan tersangka, tetapi saat ini kami belum menetapkan tersangka baru," katanya.
Baca juga: Kejaksaan selidiki lima mantan karyawan BKK Pringsurat
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sakit hati sering dibully, siswa SMPN 2 Pringsurat Temanggung nekad bakar sekolah
28 June 2023 17:18 WIB, 2023
Warga Pringsurat dihebohkan temuan tulang belulang di proyek pembangunan puskesmas
18 July 2022 15:58 WIB, 2022
Penyelesaian masalah nasabah BKK Pringsurat, ini dukungan DPRD Kabupaten Temanggung
14 July 2022 15:34 WIB, 2022
Kisruh BKK Pringsurat Temanggung, ratusan nasabah tuntut pencairan dana
13 July 2022 23:28 WIB, 2022
Kejari Temanggung selamatkan Rp751 juta dari kasus korupsi BKK Pringsurat
22 July 2020 18:25 WIB, 2020
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Kasus tambang emas ilegal di Gumelar Banyumas, polisi tetapkan tiga tersangka
06 April 2026 13:03 WIB