Pengobatan gratis warga di Kudus masih berlanjut
Rabu, 2 Januari 2019 22:26 WIB
Bupati Kudus Muhammad Tamzil. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (Antaranews Jateng) – Program pengobatan gratis di ruang kelas III di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini masih diberlakukan meskipun pada 2019 menjadi target Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan menyeluruh bagi seluruh penduduk di Kudus, kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil.
"Hingga kini, Pemkab Kudus tengah berupaya seluruh masyarakat Kudus menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memenuhi program UHC. Hanya saja, kami berharap prosesnya jangan sampai membuat masyarakat terkejut," ujarnya di Kudus, Rabu.
Masyarakat yang telanjur menjalani pengobatan dengan memanfaatkan program kelas III gratis, kata dia, bisa langsung didaftarkan menjadi peserta JKN.
Ia meminta masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta JKN untuk segera mendaftar karena nantinya Pemkab Kudus yang akan menanggung iuran per bulannya.
Apalagi, kata dia, Pemkab Kudus tahun 2019 juga sudah menganggarkan untuk merealisasikan target UHC tahun 2019.
"Total anggaran yang kami siapkan sebesar Rp5 miliar," ujarnya.
Sementara jumlah warga Kudus yang terdaftar sebagai peserta JKN, kata dia, sebanyak 285.000 orang sehingga pencapaiannya mencapai 85 persen.
Adapun persyaratan memenuhi UHC, kata dia, jumlah warga yang terdaftar JKN sebanyak 95 persen sehingga masih ada 10 persen warga yang harus didaftarkan.
Terkait program kelas III gratis yang masih berjalan tersebut, juga disosialisasikan ketika penyerahan santunan kematian kepada sejumlah warga di Kabupaten Kudus hari ini (2/1).
Sebelumnya, beredar surat dari Sekda Kabupaten Kudus nomor 4440/8265/11.00/2018 tentang pengalihan program kelas III gratis menjadi pelayanan kepesertaan JKN.
Terhitung sejak tanggal 1 Januari 2019 program kelas III gratis di puskesmas dan RSUD Kabupaten Kudus dihentikan. *
"Hingga kini, Pemkab Kudus tengah berupaya seluruh masyarakat Kudus menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memenuhi program UHC. Hanya saja, kami berharap prosesnya jangan sampai membuat masyarakat terkejut," ujarnya di Kudus, Rabu.
Masyarakat yang telanjur menjalani pengobatan dengan memanfaatkan program kelas III gratis, kata dia, bisa langsung didaftarkan menjadi peserta JKN.
Ia meminta masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta JKN untuk segera mendaftar karena nantinya Pemkab Kudus yang akan menanggung iuran per bulannya.
Apalagi, kata dia, Pemkab Kudus tahun 2019 juga sudah menganggarkan untuk merealisasikan target UHC tahun 2019.
"Total anggaran yang kami siapkan sebesar Rp5 miliar," ujarnya.
Sementara jumlah warga Kudus yang terdaftar sebagai peserta JKN, kata dia, sebanyak 285.000 orang sehingga pencapaiannya mencapai 85 persen.
Adapun persyaratan memenuhi UHC, kata dia, jumlah warga yang terdaftar JKN sebanyak 95 persen sehingga masih ada 10 persen warga yang harus didaftarkan.
Terkait program kelas III gratis yang masih berjalan tersebut, juga disosialisasikan ketika penyerahan santunan kematian kepada sejumlah warga di Kabupaten Kudus hari ini (2/1).
Sebelumnya, beredar surat dari Sekda Kabupaten Kudus nomor 4440/8265/11.00/2018 tentang pengalihan program kelas III gratis menjadi pelayanan kepesertaan JKN.
Terhitung sejak tanggal 1 Januari 2019 program kelas III gratis di puskesmas dan RSUD Kabupaten Kudus dihentikan. *
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DRPPS UMS jembatani solusi industri lewat program Hackathon Kesehatan, libatkan tiga mitra strategis
30 September 2026 16:49 WIB
Pantau program revitalisasi 252 SMP Region 1 Jateng, UMS perkuat peran Kampus Berdampak
30 September 2026 16:43 WIB
UNP Padang kunjungi Planetarium UIN Walisongo, jajaki pembukaan Program Studi Ilmu Falak
30 September 2026 8:42 WIB
DPD RI dorong program revitalisasi sekolah Jateng lebih inklusif dan tepat sasaran
28 September 2026 19:58 WIB
UMS perkuat perlindungan dan kesejahteraan pegawai melalui program BPJS Ketenagakerjaan
22 September 2026 13:55 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemprov Jateng tegaskan penanganan kasus dugaan keracunan di Batang sesuai SOP
28 September 2026 21:50 WIB
Kolaborasi dengan Alpha IVF Malaysia, RS Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan Bayi Tabung Berteknologi Mutakhir
26 September 2026 17:33 WIB
Alodokter AI raih kepuasan pasien hingga 98 persen, penuhi tolok ukur keselamatan klinis dunia
22 September 2026 17:50 WIB
Gubernur Jateng serukan kerja kolaboratif lintas sektor guna turunkan stunting
21 September 2026 22:38 WIB
PMI Kota Tegal peringati HUT ke-81, teguhkan semangat peduli dan kemanusiaan
18 September 2026 13:53 WIB