Timnas Filipina harapkan "Eriksson Effect" di Piala Asia
Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Bima Sakti (kedua dari kiri) berfoto bersama pelatih timnas Filipina Sven-Goran Eriksson (kedua dari kanan) didampingi pemain dari kedua tim Fachruddin Aryanto (Indonesia, kiri) serta Philip Younghusband (Filipina, kanan) usai konferensi pers pra-laga terakhir Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (24/11). Pertandingan itu digelar pada Minggu (25/11) di SUGBK mulai pukul 19.00 WIB. (Michael Siahaan)
"Kami lolos ke putaran final Piala Asia untuk pertama kalinya, kami baru saja mencapai semifinal Piala AFF, dan menurut saya dengan kemajuan yang dicapai, memang cocok dengan adanya seseorang dengan reputasi seperti Sven dalam tim," kata kapten tim Filipina Phil Younghusband, seperti dikutip Reuters.
"Kini orang-orang membicarakan kemajuan sepak bola Filipina, khususnya karena kami bekerja sama dengan orang memiliki reputasi tinggi. Itu yang membuat Filipina masuk peta persepakbolaan dunia," katanya.
Eriksson yang dikontrak pada Oktober lalu, telah membawa Filipina lolos ke semifinal Piala AFF Desember lalu.
Pelatih yang pernah menangani tim nasional Inggris dan sejumlah klub top Eropa itu memiliki tugas untuk mendampingi tim Filipina di Piala Asia, dimana pada babak grup mereka sudah harus bersaing dengan Korea Selatan, China dan Kyrgyzstan.
Dalam tim Filipina di antaranya terdapat pemain-pemain kelahiran Inggris seperti dua bersaudari Phil dan James Younghusband, serta kiper Neil Etheridge yang kini memperkuat klub Liga Inggris Cardiff City.
Bermain di Piala Asia menjadi kesempatan bagi tim berjuluk Azkals itu untuk melangkah lebih maju khususnya untuk lebih mempopulerkan sepak bola di Filipina sendiri, yang sebagian besar warganya lebih menyukai bola basket.
Younghusband juga berharap Eriksson juga berperan untuk memperbaiki manajemen persepakbolaan di Filipina.
Eriksson, menurut Younghusband, tentunya memiliki standar kualitas tertentu yang ingin dicapainya di Filipina, sesuai dengan nama besarnya sebagai pelatih internasional.
Sementara itu Eriksson, seperti dikutip laman resmi AFC, mengatakan bahwa meskipun Piala Asia 2019 nanti adalah pengalaman pertama bagi Filipina, namun ia tetap menargetkan timnya bisa melangkah lebih jauh.
"Tentunya ini tidak mudah. tapi jika kita dapat melewatinya itu bagus," kata pelatih berusia 70 tahun itu.
Di fase grup ia melihat Korea Selatan tetap favorit. Namun Eriksson melihat ada peluang untuk bisa mengalahkan China, apalagi ia sudah mengetahui sejumlah pemain China karena pelatih melatih di sejumlah klub negeri tirai bambu itu.
Sedangkan mengenai Kyrgyzstan, ia tidak terlalu mengenal kekuatan tim Asia Tengah tersebut.
Pewarta : Teguh Handoko
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kolaborasi UMS gandeng Aklan State University Filipina bahas strategi pengembangan SDM dan bisnis ASEAN
10 October 2025 16:40 WIB
STT Iman Jakarta buka peluang kuliah bagi keturunan Indonesia di Filipina Selatan
10 September 2025 18:36 WIB
Rektor UMS dorong pendidikan IT berbasis deep learning dan bernilai humanis di Filipina
24 August 2025 17:41 WIB
Kunjungan FMSO Filipina ke UMS bahas beasiswa hingga program kelas internasional
20 August 2025 16:33 WIB
UMS tegaskan komitmen global di ICEDUALL ke-8 Filipina bahas pendidikan adaptif era AI
20 August 2025 16:25 WIB