Teknik "Keyhole Surgery" terobosan penanganan kanker usus besar
Jumat, 7 Desember 2018 9:16 WIB
Ilustrasi teknik keyhole surgery (Pixabay)
Tangerang (Antaranews Jateng) - Kanker usus besar masih bisa diobati jika berada dalam stadium awal dengan menggunakan teknik "Keyhole Surgery".
Teknik Keyhole Surgery menjadi terobosan inovatif untuk penanganan kanker usus besar, sebab teknik ini tidak membuat sayatan besar, melainkan perut hanya disayat dengan ukuran yang tidak besar kemudian dimasukkan alat untuk mengangkat tumor atau kanker.
Dr. Eko Priatno SpB-KBD, spesialis bedah dari Bethsaida Hospital mengatakan Keyhole Surgery punya banyak kelebihan antara lain, meminimalkan nyeri setelah operasi, pasien bisa lebih cepat pulih dan bisa beraktivitas, rawat inap yang tidak lama serta luka bekas operasi yang hampir tidak terlihat.
"Keyhole tidak membuat sayatan besar di perut, hanya 5-10 mm saja. Dibanding dengan bedah konvensional, ini lebih cepat penyembuhannya. Jadi yang bekerja bisa kembali beraktivitas dengan cepat," ujar Dr. Eko saat berbincang dalam jumpa pers Bethsaida Hospital, di Tangerang, Kamis.
Bethsaida Hospital juga sudah menggunakan teknik ini selama kurang lebih setahun belakangan. Meski biayanya bisa lebih mahal, namun secara keseluruhan Keyhole Surgery memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan bedah konvensional.
"Biaya, sejujurnya lebih tinggi karena ada investasi alat. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan lebih hemat. Teknik ini tidak perlu ICU setelah operasi, harga semalam di ICU saja sudah berapa. Perawatan setelah operasi juga cepat, proses penyembuhannya cepat. Jadi kalau ditotal secara keseluruhan sebenarnya harga tidak jauh berbeda," jelas Dr. Eko.
Meski demikian, Dr. Eko mengakui jika tidak semua kondisi kanker usus besar bisa diobati dengan menggunakan teknik Keyhole. Apalagi jika letak tumor atau kanker menempel pada organ tubuh lain.
"Operasi ini punya keterbatasan juga tapi memang berhubungan dengan si tumor itu sendiri. Kalau tumor yang sangat besar, kita tidak bisa menggunakan Keyhole, kita harus tetap buat sayatan besar. Makanya ada syarat-syarat kapan bisa dilakukan. Kalau tumor sudah menempel di organ lain ya enggak bisa," terang Dr. Eko.
Ia mengingatkan bahwa yang terpenting setelah melakukan proses operasi adalah pasien tidak boleh lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin. Hal ini berguna untuk mendeteksi secara dini ada tidaknya kekambuhan kanker sehingga bisa ditangani secepatnya.(Editor : Alviansyah Pasaribu).
Teknik Keyhole Surgery menjadi terobosan inovatif untuk penanganan kanker usus besar, sebab teknik ini tidak membuat sayatan besar, melainkan perut hanya disayat dengan ukuran yang tidak besar kemudian dimasukkan alat untuk mengangkat tumor atau kanker.
Dr. Eko Priatno SpB-KBD, spesialis bedah dari Bethsaida Hospital mengatakan Keyhole Surgery punya banyak kelebihan antara lain, meminimalkan nyeri setelah operasi, pasien bisa lebih cepat pulih dan bisa beraktivitas, rawat inap yang tidak lama serta luka bekas operasi yang hampir tidak terlihat.
"Keyhole tidak membuat sayatan besar di perut, hanya 5-10 mm saja. Dibanding dengan bedah konvensional, ini lebih cepat penyembuhannya. Jadi yang bekerja bisa kembali beraktivitas dengan cepat," ujar Dr. Eko saat berbincang dalam jumpa pers Bethsaida Hospital, di Tangerang, Kamis.
Bethsaida Hospital juga sudah menggunakan teknik ini selama kurang lebih setahun belakangan. Meski biayanya bisa lebih mahal, namun secara keseluruhan Keyhole Surgery memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan bedah konvensional.
"Biaya, sejujurnya lebih tinggi karena ada investasi alat. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan lebih hemat. Teknik ini tidak perlu ICU setelah operasi, harga semalam di ICU saja sudah berapa. Perawatan setelah operasi juga cepat, proses penyembuhannya cepat. Jadi kalau ditotal secara keseluruhan sebenarnya harga tidak jauh berbeda," jelas Dr. Eko.
Meski demikian, Dr. Eko mengakui jika tidak semua kondisi kanker usus besar bisa diobati dengan menggunakan teknik Keyhole. Apalagi jika letak tumor atau kanker menempel pada organ tubuh lain.
"Operasi ini punya keterbatasan juga tapi memang berhubungan dengan si tumor itu sendiri. Kalau tumor yang sangat besar, kita tidak bisa menggunakan Keyhole, kita harus tetap buat sayatan besar. Makanya ada syarat-syarat kapan bisa dilakukan. Kalau tumor sudah menempel di organ lain ya enggak bisa," terang Dr. Eko.
Ia mengingatkan bahwa yang terpenting setelah melakukan proses operasi adalah pasien tidak boleh lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin. Hal ini berguna untuk mendeteksi secara dini ada tidaknya kekambuhan kanker sehingga bisa ditangani secepatnya.(Editor : Alviansyah Pasaribu).
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inovasi Hydrozea dari mahasiswa Teknik Kimia UMS, hidrogel ramah lingkungan dari limbah kulit jagung
05 February 2026 15:26 WIB
Teknik Elektro UMS komitmen perkuat literasi kampus sejak dini lewat kunjungan pelajar
04 February 2026 14:44 WIB
UMS masuk 3 besar nasional Prodi Teknik Industri terakreditasi Unggul 2025
04 December 2025 17:55 WIB
Konferensi ICETIA-RAPI 2025 dorong solusi teknik berkelanjutan untuk infrastruktur, energi, dan mobilitas perkotaan
04 December 2025 17:46 WIB
Laboratorium Teknik Mesin UMS kembali jadi destinasi praktikum antarkampus
28 November 2025 16:00 WIB
Teknik Elektro UMS terima bantuan RTU dari PLN untuk tingkatkan praktikum berbasis digitalisasi
17 November 2025 19:35 WIB
Guru Besar Teknik Kimia UMS soroti lemahnya pengawasan impor pada radiasi Cikande
07 November 2025 13:52 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB