Temanggung (Antaranews Jateng) - Wisata mendaki gunung pada musim hujan tetap diminati masyarakat meskipun risikonya lebih tinggi dibandingkan dengan saat musim kemarau, kata Widodo dari Grasindo selaku pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sindoro via Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
     
"Pendakian pada musim hujan tidak masalah, jumlah pengunjungnya hampir sama dengan musim kemarau, rata-rata 300 pengunjung dalam satu pekan," katanya di Temanggung, Rabu.
     
Ia menuturkan para pendaki Gunung Sindoro tersebut, antara lain berasal dari Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang.
     
"Memang ada juga pengunjung dari luar Jawa seperti Palembang tetapi tidak tentu," katanya.
     
Menurut dia, kalau musim hujan potensi bahayanya lebih tinggi, namun hal itu tergantung pengelola basecamp bagaimana menangani kalau misalnya ada yang perlu dievakuasi tetap konsisten harus cepat.
     
Ia mengatakan sekarang pendakian ibarat sudah menjadi makanan sehari-sehari para pendaki, sehingga mereka tidak mengenal musim, baik musim kemarau maupun musim hujan tidak ada pengaruhnya.
     
"Kadang orang naik gunung justru mencari tantangan, sehingga bagi mereka tidak masalah," katanya.
     
Ia menuturkan setiap pendaki Gunung Sindoro via Kledung dikenakan tiket resmi dari Perhutani Rp10.000, selain itu ditambah tiket acuan perdes Rp5.000 per orang untuk fasilitas penggunaan air, MCK, dan penitipan barang.
     
"Di basecamp sini tidak membatasi mereka akan menginap berapa hari, membayarnya tetap sama total Rp15.000 per orang. Untuk tiket Rp10.000, 25 persenya menjadi bagian Perhutani, sedangkan sisanya untuk organisasi Grasindo, dana sosial, kas desa, dan mendukung penyelenggaraan TPQ," katanya.
     
Ia menuturkan bagi mereka yang sudah biasa mendaki gunung, perlengkapan mereka sudah siap dan pada musim hujan seperti sekarang harus membawa perlengkapan tambahan berupa jas hujan.
     
Ia menyampaikan bagi rombongan pendaki yang membutuhkan pemandu, Grasindo juga menyiapkan pemadu dengan membayar jasa pemandu Rp500.000 untuk setiap rombongan.
 

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024