Begini cara Facebook deteksi konten negatif di grup
Kamis, 8 November 2018 10:19 WIB
logo Facebook (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Saat ini Facebook memanfaatkan alat berbasis kecerdasan artifisial, pembelajaran mesin dan computer vision untuk mendeteksi konten buruk terutama dalam Facebook Groups.
Director Engineering Facebook, Renata Aryanti dalam sesi media gathering di Jakarta, Rabu, mengatakan, hanya saja untuk tindakan lebih lanjut mengenai konten negatif itu ada di tangan admin atau manusianya.
Lebih lanjut, admin grup bisa memeriksa ada tidaknya konten yang melanggar aturan. Bila ada, mereka bisa melaporkannya pada pihak Facebook.
"Misal karena spamming. Admin bisa review, melanggar rules atau enggak. Terkadang kontennya bertentangan sama standar komunitasnya, bakal direport ke Facebook. Dari Facebook, ada orang yang mereview apakah itu failed atau enggak. Keputusan akhir ada di manusianya. Mesin juga proaktif deteksi," papar Renata.
Para admin Facebook Groups, sebenarnya bisa memanfaatkan fitur Group Rules untuk membantu mereka mengomunikasikan aturan secara selektif kepada para anggota.
Hal ini mencakup contoh aturan yang dapat digunakan admin, membuat, mengedit dan mengatur ulang hingga 10 aturan. Ketika admin dan moderator menghapus unggahan yang melanggar aturan komunitas, mereka juga dapat memberitahu anggotanya.
Baca juga: Masyarakat diminta sebarkan konten positif media sosial
Baca juga: Facebook bentuk tim perang tangkal konten politik menghasut
Director Engineering Facebook, Renata Aryanti dalam sesi media gathering di Jakarta, Rabu, mengatakan, hanya saja untuk tindakan lebih lanjut mengenai konten negatif itu ada di tangan admin atau manusianya.
Lebih lanjut, admin grup bisa memeriksa ada tidaknya konten yang melanggar aturan. Bila ada, mereka bisa melaporkannya pada pihak Facebook.
"Misal karena spamming. Admin bisa review, melanggar rules atau enggak. Terkadang kontennya bertentangan sama standar komunitasnya, bakal direport ke Facebook. Dari Facebook, ada orang yang mereview apakah itu failed atau enggak. Keputusan akhir ada di manusianya. Mesin juga proaktif deteksi," papar Renata.
Para admin Facebook Groups, sebenarnya bisa memanfaatkan fitur Group Rules untuk membantu mereka mengomunikasikan aturan secara selektif kepada para anggota.
Hal ini mencakup contoh aturan yang dapat digunakan admin, membuat, mengedit dan mengatur ulang hingga 10 aturan. Ketika admin dan moderator menghapus unggahan yang melanggar aturan komunitas, mereka juga dapat memberitahu anggotanya.
Baca juga: Masyarakat diminta sebarkan konten positif media sosial
Baca juga: Facebook bentuk tim perang tangkal konten politik menghasut
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar komunikasi ingatkan paslon untuk hati-hati dalam bertutur kata
23 October 2024 18:55 WIB, 2024
Dindik Banyumas: Lomba Mapsi kurangi dampak negatif perkembangan zaman
07 October 2024 15:52 WIB, 2024
Komunitas motor gede ikut berdayakan UMKM di Solo hapus stigma negatif
28 September 2024 12:01 WIB, 2024
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB