Tim SAR evakuasi jenazah nelayan tenggelam di Cilacap
Senin, 22 Oktober 2018 9:12 WIB
Personel Basarnas Pos SAR Cilacap mengangkat jenazah Timan ke atas mobil untuk dibawa ke RSUD Cilacap, Senin (22-10-2018). Timan merupakan seorang nelayan yang mengalami kecelakaan laut di perairan selatan Kabupaten Cilacap. (Foto: Dok. Basarnas)
Cilacap (Antaranews Jateng) - Tim "Search and Rescue" (SAR) gabungan mengevakuasi jenazah seorang nelayan yang tenggelam di perairan selatan Kabupaten Cilacap, kata Koordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono.
"Korban diketahui bernama Timan (53), warga Desa Gombolharjo, Kecamatan Adipala, Cilacap. Jenazah Timan ditemukan pada hari Senin, pukul 07.30 WIB, di perairan selatan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Bunton, Adipala," katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Senin.
Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah Timan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap untuk menjalani pemeriksaan sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Dia mengatakan korban diketahui berangkat melaut dari Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap pada Jumat (19/10), pukul 03.00 WIB, dengan menggunakan perahu "Jokuno Jaya" bersama dua rekannya, Warjim (60), warga Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan, yang merupakan pemilik perahu dan Suwandi (53), warga Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap.
Sesampainya di perairan selatan Gunung Srandil, Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, korban bersama dua rekannya menebar jaring untuk mencari udang.
Akan tetapi, sekitar pukul 12.30 WIB, perahu yang mereka tumpangi bocor sehingga seluruh korban bersama dua rekannya berusaha mengeluarkan air dari dalam perahu.
Saat mereka sedang menguras air, tiba-tiba datang gelombang tinggi dan langsung menghantam perahu hingga akhirnya tenggelam.
Seketika itu juga, Warjim dan Suwandi berpegangan pada tutup peti ikan, sedangkan Timan berpegangan pada jerigen sebagai pelampung.
Namun nahas, saat mereka berupaya menyelamatkan diri, gelombang tinggi kembali datang dan langsung menghantam tubuh tiga nelayan itu.
Akibat kejadian tersebut, jerigen yang dipegang Timan terlepas hingga akhirnya nelayan itu tenggelam, sedangkan Warjim dan Suwandi dapat diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian pada pukul 15.00 WIB dan selanjutnya dibawa ke Cilacap untuk menjalani pemeriksaan medis.
"Setelah menerima informasi kejadian kecelakaan laut tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas untuk mencari korban," kata Mulwahyono.
Ia mengatakan dengan ditemukan jenazah Timan, operasi SAR untuk mencari korban tenggelam di perairan selatan Kabupaten Cilacap dinyatakan ditutup dan seluruh potensi SAR yang terlibat telah kembali ke pangkalan masing-masing.
Operasi SAR tersebut melibatkan personel Basarnas Pos SAR Cilacap, Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Cilacap, Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap, Radio Antar-Penduduk Indonesia Cilacap, Cilacap Rescue, SAR MTA, Tim Penolong Kecelakaan Laut Cilacap, Sukarelawan Pandanarang, serta keluarga dan masyarakat sekitar.
"Korban diketahui bernama Timan (53), warga Desa Gombolharjo, Kecamatan Adipala, Cilacap. Jenazah Timan ditemukan pada hari Senin, pukul 07.30 WIB, di perairan selatan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Bunton, Adipala," katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Senin.
Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah Timan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap untuk menjalani pemeriksaan sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Dia mengatakan korban diketahui berangkat melaut dari Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap pada Jumat (19/10), pukul 03.00 WIB, dengan menggunakan perahu "Jokuno Jaya" bersama dua rekannya, Warjim (60), warga Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan, yang merupakan pemilik perahu dan Suwandi (53), warga Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap.
Sesampainya di perairan selatan Gunung Srandil, Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, korban bersama dua rekannya menebar jaring untuk mencari udang.
Akan tetapi, sekitar pukul 12.30 WIB, perahu yang mereka tumpangi bocor sehingga seluruh korban bersama dua rekannya berusaha mengeluarkan air dari dalam perahu.
Saat mereka sedang menguras air, tiba-tiba datang gelombang tinggi dan langsung menghantam perahu hingga akhirnya tenggelam.
Seketika itu juga, Warjim dan Suwandi berpegangan pada tutup peti ikan, sedangkan Timan berpegangan pada jerigen sebagai pelampung.
Namun nahas, saat mereka berupaya menyelamatkan diri, gelombang tinggi kembali datang dan langsung menghantam tubuh tiga nelayan itu.
Akibat kejadian tersebut, jerigen yang dipegang Timan terlepas hingga akhirnya nelayan itu tenggelam, sedangkan Warjim dan Suwandi dapat diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian pada pukul 15.00 WIB dan selanjutnya dibawa ke Cilacap untuk menjalani pemeriksaan medis.
"Setelah menerima informasi kejadian kecelakaan laut tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas untuk mencari korban," kata Mulwahyono.
Ia mengatakan dengan ditemukan jenazah Timan, operasi SAR untuk mencari korban tenggelam di perairan selatan Kabupaten Cilacap dinyatakan ditutup dan seluruh potensi SAR yang terlibat telah kembali ke pangkalan masing-masing.
Operasi SAR tersebut melibatkan personel Basarnas Pos SAR Cilacap, Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Cilacap, Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap, Radio Antar-Penduduk Indonesia Cilacap, Cilacap Rescue, SAR MTA, Tim Penolong Kecelakaan Laut Cilacap, Sukarelawan Pandanarang, serta keluarga dan masyarakat sekitar.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR evakuasi mahasiswa korban terakhir tenggelam di Sungai Jolinggo Kendal
06 November 2025 8:41 WIB
SAR temukan dua mahasiswa UIN Semarang korban tenggelam di Sungai Jolinggo Kendal
05 November 2025 13:38 WIB
Seskab: Presiden Prabowo instruksikan penyelamatan korban KMP Tunu Pratama Jaya
03 July 2025 9:31 WIB