Magelang (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kota Magelang dengan dukungan sejumlah pihak menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat Magelang 2018 sebagai upaya memperkuat keberadaan dan peranan pasar tradisional di tengah maraknya bermunculan pasar modern.

Kepala Dinas Perindustrian dan? Perdagangan Pemkot Magelang Sri Retno Murtiningsih dalam keterangan tertulis di Magelang, Jumat, mengatakan pemkot bekerja sama dengan Yayasan Danamon Peduli dan Forum Komunitas Seni Budaya Magelang mengadakan festival dengan tema "Terus Kumandhang (Bergaung) selama 22 Juli hingga 26 Agustus 2018.

"Festival nanti sebagai suguhan spesial guna menggaungkan pasar rakyat di Kota Magelang, terutama Pasar Rejowinangun yang menyandang predikat Pasar Terbaik Nasional dalam Anugerah Pancawara 2017," katanya.

Ia menjelaskan tentang pentingnya menjaga kelangsungan peranan pasar rakyat bagi masyarakat di tengah persaingan dengan pasar modern atau swalayan yang bermunculan.

"Dewasa ini pasar rakyat cenderung kalah dari pasar modern. Padahal, pasar rakyat sendiri masih eksis. Maka, kita perlu terus mempertahankan keberadaan pasar rakyat itu, bahkan makin mengumandangkannya," ujarnya.

Dia mengatakan penyelenggaraan festival tersebut tidak lepas dari peranan Yayasan Danamon Peduli, seiring dengan predikat Pasar Rejowinangun sebagai Pasar Terbaik Nasional dalam Anugerah Pancawara 2017 yang didukung Bank Danamon. Pihak perbankan tersebut memberikan dana bersumber dari program tanggung jawab sosial perusahaan untuk penyelenggaraan kegiatan itu.

Bank Danamon, ucapnya, mempunyai program pendampingan pasar rakyat menuju SNI (Standar Nasional Indonesia) dan promosi.

"Kita dapat dua-duanya, yakni pendampingan sedang berjalan dan promosi berupa Festival Pasar Rakyat Magelang ini," katanya.

Kepala Bidang Industri Disperindag Pemkot Magelang Imam mengatakan dalam menyukseskan program promosi tersebut, pihaknya memberikan fasilitasi kepada Yayasan Danamon Peduli untuk bekerja sama dengan Forum Komunitas Seni Budaya Magelang.

Kalangan seniman dan pegiat budaya setempat, ujar dia, mengkreasi program tersebut menjadi festival dengan berbagai agenda kegiatan.

Sekitar 59 komunitas, ujarnya, terlibat dalam festival dengan dua lokasi kegiatan, yakni di Pasar Rejowinangun dan Pasar Sidomukti Kota Magelang.

Sekretaris Panitia Festival Pasar Rakyat Magelang Muhammad Nafi mengatakan festival tersebut sebagai bagian dari kampanye Jelajah Pasar Nusantara. Kampanye tersebut, berupa gerakan sosial yang merespons kondisi pasar rakyat saat ini.

"Pasar rakyat sekarang masih terus bertahan di tengah kepungan dan dominasi pasar atau ritel modern dan pasar daring. Dengan kampanye ini, kami mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai salah satu fondasi ekonomi bangsa," katanya.

Berbagai kegiatan festival, antara lain berupa "Reresik Kali Manggis" di timur Pasar Rejowinangun, ruwat pasar, sarasehan sejarah Pasar Rejowinangun, dan lokakarya pembuatan video pendek dengan telepon pintar.

Nafi yang juga pegiat seni budaya Kota Magelang itu, mengemukakan bahwa pasar rakyat bukan sekadar tempat transaksi kebutuhan masyarakat sehari-hari di suatu daerah.

Akan tetapi, ujarnya, sebagai ruang publik di mana terbangun interaksi sosial.

"Termasuk kegiatan seni budaya. Pasar rakyat juga memberikan inspirasi yang kuat bagi berkembangnya seni budaya," ujar dia. (hms)
 

Pewarta : M. Hari Atmoko
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2024