Undip juara debat antarkampus
Kamis, 17 Mei 2018 20:04 WIB
Bogor - Delegasi Universitas Diponegoro Semarang ketika tampil pada Kompetisi Debat Konstitusi Nasional 2018, di Bogor. (Foto: Dok UPT Humas Undip)
Semarang (Antaranews Jateng) - Universitas Diponegoro Semarang menjuarai "Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antarperguruan Tinggi Se-Indonesia 2018" di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Bogor.
"Kami bangga dengan prestasi yang ditorehkan delegasi dari mahasiswa Fakultas Hukum yang mewakili Undip," kata Dekan Fakultas Hukum Undip Prof Retno Saraswati di Semarang, Kamis.
Pada ajang kompetisi debat tingkat nasional yang diikuti 161 perguruan tinggi negeri (PTS) dan swasta (PTS) itu, Undip mengirimkan tiga delegasi dari mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2015.
Ketiganya, yakni Robertha Nimas Ayu, Leony Sondang Suryani, dan Asri Sandra Firmanti yang meraih juara pertama pada ajang kompetisi yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
Dari tahap eliminasi itu, menyisakan 72 tim dari perguruan tinggi yang maju ke babak regional, yakni Regional Barat, Tengah, dan Timur sesuai dengan kewilayahan Indonesia.
"Masing-masing regional diikuti oleh 24 tim perguruan tinggi, kemudian diambil delapan tim perguruan tinggi yang terbaik untuk maju ke babak nasional, salah satunya Undip," katanya.
Retno bersyukur karena delegasi Undip berhasil menyisihkan kompetitor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Tarumanegara, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
"Semoga prestasi yang diraih mereka ini dapat ditularkan kepada adik-adik tingkatnya agar dapat meneruskan prestasi dalam kompetisi debat nasional pada tahun depan," katanya.
Sementara itu, Robertha Nimas, salah satu delegasi Undip dalam debat konstitusi itu mengaku bangga karena ajang tersebut merupakan kompetisi debat hukum paling bergengsi di Indonesia.
"Bukan hal yang mudah untuk tetap 'survive' dan melaju di setiap tahapannya. Kompetitornya pun luar biasa, kompetensinya teruji. Kami pun sempat hanya meraih juara dua di babak regional," katanya.
Akan tetapi, kata dia, dirinya dan kawan-kawannya satu tim belajar dari pengalaman itu sehingga akhirnya bisa meraih juara pertama dan membawa pulang piala bergilir ke Undip.
"Saya rasa hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Segala perjuangan dan itikad baik kami akhirnya membuahkan hasil yang membahagian kami dan almamater Undip," katanya.
"Kami bangga dengan prestasi yang ditorehkan delegasi dari mahasiswa Fakultas Hukum yang mewakili Undip," kata Dekan Fakultas Hukum Undip Prof Retno Saraswati di Semarang, Kamis.
Pada ajang kompetisi debat tingkat nasional yang diikuti 161 perguruan tinggi negeri (PTS) dan swasta (PTS) itu, Undip mengirimkan tiga delegasi dari mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2015.
Ketiganya, yakni Robertha Nimas Ayu, Leony Sondang Suryani, dan Asri Sandra Firmanti yang meraih juara pertama pada ajang kompetisi yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
Dari tahap eliminasi itu, menyisakan 72 tim dari perguruan tinggi yang maju ke babak regional, yakni Regional Barat, Tengah, dan Timur sesuai dengan kewilayahan Indonesia.
"Masing-masing regional diikuti oleh 24 tim perguruan tinggi, kemudian diambil delapan tim perguruan tinggi yang terbaik untuk maju ke babak nasional, salah satunya Undip," katanya.
Retno bersyukur karena delegasi Undip berhasil menyisihkan kompetitor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Tarumanegara, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
"Semoga prestasi yang diraih mereka ini dapat ditularkan kepada adik-adik tingkatnya agar dapat meneruskan prestasi dalam kompetisi debat nasional pada tahun depan," katanya.
Sementara itu, Robertha Nimas, salah satu delegasi Undip dalam debat konstitusi itu mengaku bangga karena ajang tersebut merupakan kompetisi debat hukum paling bergengsi di Indonesia.
"Bukan hal yang mudah untuk tetap 'survive' dan melaju di setiap tahapannya. Kompetitornya pun luar biasa, kompetensinya teruji. Kami pun sempat hanya meraih juara dua di babak regional," katanya.
Akan tetapi, kata dia, dirinya dan kawan-kawannya satu tim belajar dari pengalaman itu sehingga akhirnya bisa meraih juara pertama dan membawa pulang piala bergilir ke Undip.
"Saya rasa hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Segala perjuangan dan itikad baik kami akhirnya membuahkan hasil yang membahagian kami dan almamater Undip," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Immanuel Citra Senjaya
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Undip Semarang bahas tata kelola lingkungan dalam konferensi internasional
12 September 2026 1:21 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip kembangkan ester gula berbahan baku jelantah
11 September 2026 12:35 WIB
17 kampus bersaing sengit pada ajang "Campus League Badminton Regional Semarang"
29 August 2026 17:03 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Magang internasional di Malaysia, asah kesiapan kerja global mahasiswa Sekolah Vokasi Undip
27 August 2026 14:56 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Momentum MTQ Nasional XXXI, ibu menteri agama dan ibu wagub Jateng kunjungi stand planetarium UIN Walisongo
14 September 2026 9:16 WIB
Periset UIN Walisongo gandeng guru Magelang rancang infografis toleransi berbasis cerita rakyat nusantara
14 September 2026 9:09 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip kembangkan ester gula berbahan baku jelantah
11 September 2026 12:35 WIB