Logo Header Antaranews Jateng

Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip kembangkan ester gula berbahan baku jelantah

Jumat, 11 September 2026 12:35 WIB
Image Print
Peneliti Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro Semarang Dr. Mohamad Endy Julianto. ANTARA/HO-Undip

Semarang (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengembangkan inovasi sintesis ester gula berbahan baku minyak jelantah.

Dosen Prodi TRKI Sekolah Vokasi Undip Semarang Mohamad Endy Julianto di Semarang, Jumat, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa yang tergabung dalam tim Lipastera dengan inovasi bertajuk "Rekayasa Biokatalis Lipase untuk Sintesis Ester Gula dari Minyak Jelantah". 

Tim Lipastera  beranggotakan Fahmi Agil Prasetia, Sigit Pramana, Firna Alfinatunnaimah, Mufadlilatun Nafi'ah, dan Muhammad Rizki Ananda, dengan Dr. Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T. sebagai dosen pembimbing.

Menurut dia, inovasi tersebut mengusung konsep green biocatalysis dengan memanfaatkan enzim lipase dalam proses pengolahan minyak jelantah menjadi ester gula.

"Senyawa tersebut memiliki karakteristik sebagai surfaktan non-ionik yang berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi," katanya.

Asam lemak bebas, kata dia, direaksikan dengan glukosa untuk membentuk ester gula.

Melalui pendekatan ini, lanjut dia, minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diarahkan menjadi bahan baku untuk menghasilkan material dengan nilai guna yang lebih tinggi.

Gula ester, menurut dia, berpotensi digunakan sebagai surfaktan, yaitu bahan yang membantu mempertemukan atau menstabilkan campuran antara minyak dan air.

Ia menilai potensi tersebut menjadi salah satu alasan tim Lipastera mengeksplorasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku dalam sintesis sugar ester.


Dalam pengembangannya, kata dia, tim Lipastera melakukan evaluasi terhadap berbagai kondisi proses untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik gula ester yang dihasilkan.

Melalui inovasi ini, lanjut dia, tim Lipastera berupaya menunjukkan bahwa minyak jelantah tidak harus berakhir sebagai limbah.

"Dengan pendekatan rekayasa proses dan biokatalisis, bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diarahkan menjadi bahan baku untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah," katanya.

Ia menambahkan pengembangan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa TRKI Sekolah Vokasi Undip dalam mengintegrasikan pengetahuan rekayasa kimia dengan konsep keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.

Baca juga: Mahasiswa Vokasi Undip menciptakan pemantau fisik pekerja berbasis AI



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026