Pemprov Jateng Usulkan Pembangunan Empat Jalan Layang
Rabu, 6 Desember 2017 21:51 WIB
Ilustrasi - Sejumlah pejabat PT KAI Daop 5 Purwokerto memantau proyek pembangunan "fly over" Adiwerna di atas jalan tol Pejagan-Pemalang dalam rangkaian kegiatan inspeksi jalur rel antara Tegal dan Purwokerto, Selasa (23/5). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Dok.Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto)
Semarang, ANTARA JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan pembangunan empat jalan layang di ruas jalan yang terdapat perlintasan kereta api kepada pemerintah pusat untuk memperlancar arus lalu lintas.
"Pembangunan empat jalan layang di perlintasan sebidang yang sudah kami usulkan ke pemerintah itu ada di Kroya, Kabupaten Cilacap, Mranggen, Kabupaten Demak, Bojong, Pekalongan, dan Purwosari, Kota Solo," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jateng Bambang Nugroho di Semarang, Rabu.
Menurut dia, usulan pembangunan empat jalan layang yang menggunakan dana APBN itu disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan diharapkan pengerjaannya dapat dimulai di 2018.
Ia mengungkapkan, dari empat titik pembangunan jalan layang itu yang sudah pasti akan dibangun di 2018 adalah di perlintasan Purwosari, Kota Solo, sedangkan untuk di Mranggen Demak, pemprov sudah menyiapkan "detail engineering design" (DED).
"Untuk dua lokasi lainnya, masih kami siapkan dokumen amdal dan didorong bisa masuk APBN secepatnya," ujarnya.
Bambang menjelaskan bahwa pembangunan jalan layang membutuhkan biaya yang sangat besar karena untuk konstruksi sepanjang 900 meter membutuhkan biaya sekitar Rp100 miliar sehingga jika akan membangun empat jembatan layang maka dibutuhkan dana sebesar Rp400 miliar.
"Pemerintah provinsi jelas tidak mampu, maka kami usulkan ke pemerintah pusat dan biasanya kalau Pak Gubernur yang mengajukan ke Kementerian PUPR langsung disetujui, meskipun dilakukan secara bertahap," katanya.
Terkait dengan usulan pembangunan empat jalan layang, Bambang mengaku sudah berkoordinasi dengan kalangan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
"Kalangan legislator menyarankan agar Pemprov Jateng mengajukan pembiayaan ke pemerintah pusat melalui APBN," ujarnya.
"Pembangunan empat jalan layang di perlintasan sebidang yang sudah kami usulkan ke pemerintah itu ada di Kroya, Kabupaten Cilacap, Mranggen, Kabupaten Demak, Bojong, Pekalongan, dan Purwosari, Kota Solo," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jateng Bambang Nugroho di Semarang, Rabu.
Menurut dia, usulan pembangunan empat jalan layang yang menggunakan dana APBN itu disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan diharapkan pengerjaannya dapat dimulai di 2018.
Ia mengungkapkan, dari empat titik pembangunan jalan layang itu yang sudah pasti akan dibangun di 2018 adalah di perlintasan Purwosari, Kota Solo, sedangkan untuk di Mranggen Demak, pemprov sudah menyiapkan "detail engineering design" (DED).
"Untuk dua lokasi lainnya, masih kami siapkan dokumen amdal dan didorong bisa masuk APBN secepatnya," ujarnya.
Bambang menjelaskan bahwa pembangunan jalan layang membutuhkan biaya yang sangat besar karena untuk konstruksi sepanjang 900 meter membutuhkan biaya sekitar Rp100 miliar sehingga jika akan membangun empat jembatan layang maka dibutuhkan dana sebesar Rp400 miliar.
"Pemerintah provinsi jelas tidak mampu, maka kami usulkan ke pemerintah pusat dan biasanya kalau Pak Gubernur yang mengajukan ke Kementerian PUPR langsung disetujui, meskipun dilakukan secara bertahap," katanya.
Terkait dengan usulan pembangunan empat jalan layang, Bambang mengaku sudah berkoordinasi dengan kalangan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
"Kalangan legislator menyarankan agar Pemprov Jateng mengajukan pembiayaan ke pemerintah pusat melalui APBN," ujarnya.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo dijadwalkan resmikan Jalan Layang Madukoro Semarang
11 December 2024 10:33 WIB, 2024
Ganjar komunikasikan aspirasi warga terkait dengan Jalan Layang Ganefo
13 October 2022 21:22 WIB, 2022
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Presiden tegaskan perlunya transformasi ekonomi nasional berdasarkan Pancasila
01 June 2026 11:53 WIB
Kinerja keuangan kokoh, likuiditas dan permodalan BRI terjaga di level memadai
29 May 2026 17:19 WIB