Progres Pasar Johar "Heritage" Capai 21 Persen
Selasa, 26 September 2017 21:32 WIB
Ilustrasi- Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan sisa api yang masih menyala saat kebakaran di Pasar Johar Semarang, Jateng, Minggu (10/5). (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Semarang, ANTARA JATENG - Dinas Tata Ruang Kota Semarang menyebutkan progres revitalisasi Pasar Johar Semarang yang termasuk "heritage" atau bangunan cagar budaya sekarang ini sudah mencapai 21 persen.
"Pasar Johar kan ada yang bangunan `heritage` dan `nonheritage`. Kalau yang `heritage`, progresnya sudah 21 persen," kata Kepala Dinas Tata Ruang Kota Semarang Agus Riyanto di Semarang, Selasa.
Dengan progres sebesar itu, kata dia, deviasi pekerjaannya untuk Pasar Johar yang "heritage" masih tergolong plus atau baik karena tidak ada kendala berarti yang ditemui dalam pelaksanaannya di lapangan.
Ia menjelaskan pengerjaan Pasar Johar yang "heritage" secara umum adalah penguatan konstruksi bangunan setelah kebakaran beberapa tahun lalu yang tentunya mempengaruhi kondisi kekuatan bangunan.
"Setidaknya ada tiga pekerjaan untuk Pasar Johar yang `heritage`, yakni penguatan penyangga konstruksi baja, pengujian laboratorium untuk pilar dan pondasi, kemudian pengisian material penguat," katanya.
Menurut dia, sebenarnya pengerjaan penguatan konstruksi itu, apalagi untuk bangunan cagar budaya, seperti Pasar Johar memang lebih sulit ketimbang membangun bangunan yang sama sekali baru.
"Ya, lebih mudah membikin bangunan baru. Untuk pengerjaan penguatan bangunan lama ini kan tidak boleh serta merta atau sembarangan. Artinya, harus `dipetani` (diperiksa, red.) satu persatu," katanya.
Meski demikian, Agus memastikan sementara ini belum ada hambatan yang ditemui dalam pengerjaan proyek itu karena pelaksana proyek memang profesional dengan kondisi bangunan yang berstatus cagar budaya.
"Makanya, ada pengujian laboratorium untuk mengecek apakah bangunan sudah kuat atau tidak sehabis kebakaran. Kalau tidak kuat, harus diperkuat seperti apa karena kan tidak boleh mengubah bangunan," katanya.
Untuk tahun ini, kata dia, Pemerintah Kota Semarang menganggarkan sekitar Rp50 miliar untuk penguatan bangunan cagar budaya Pasar Johar, kemudian akan ditindak lanjuti oleh pemerintah pusat.
Ditargetkan, kata dia, pengerjaan penguatan bangunan cagar budaya Pasar Johar bisa dirampungkan pertengahan Desember 2017 karena tahun depan akan dilanjutkan dengan pengerjaan bagian yang lain.
"Kan masih ada pembangunan untuk Pasar Johar bagian yang lainnya. Kami menangani yang penguatan bangunan cagar budayanya. Makanya, harus dipastikan bangunan lama kuat dulu," pungkasnya.
"Pasar Johar kan ada yang bangunan `heritage` dan `nonheritage`. Kalau yang `heritage`, progresnya sudah 21 persen," kata Kepala Dinas Tata Ruang Kota Semarang Agus Riyanto di Semarang, Selasa.
Dengan progres sebesar itu, kata dia, deviasi pekerjaannya untuk Pasar Johar yang "heritage" masih tergolong plus atau baik karena tidak ada kendala berarti yang ditemui dalam pelaksanaannya di lapangan.
Ia menjelaskan pengerjaan Pasar Johar yang "heritage" secara umum adalah penguatan konstruksi bangunan setelah kebakaran beberapa tahun lalu yang tentunya mempengaruhi kondisi kekuatan bangunan.
"Setidaknya ada tiga pekerjaan untuk Pasar Johar yang `heritage`, yakni penguatan penyangga konstruksi baja, pengujian laboratorium untuk pilar dan pondasi, kemudian pengisian material penguat," katanya.
Menurut dia, sebenarnya pengerjaan penguatan konstruksi itu, apalagi untuk bangunan cagar budaya, seperti Pasar Johar memang lebih sulit ketimbang membangun bangunan yang sama sekali baru.
"Ya, lebih mudah membikin bangunan baru. Untuk pengerjaan penguatan bangunan lama ini kan tidak boleh serta merta atau sembarangan. Artinya, harus `dipetani` (diperiksa, red.) satu persatu," katanya.
Meski demikian, Agus memastikan sementara ini belum ada hambatan yang ditemui dalam pengerjaan proyek itu karena pelaksana proyek memang profesional dengan kondisi bangunan yang berstatus cagar budaya.
"Makanya, ada pengujian laboratorium untuk mengecek apakah bangunan sudah kuat atau tidak sehabis kebakaran. Kalau tidak kuat, harus diperkuat seperti apa karena kan tidak boleh mengubah bangunan," katanya.
Untuk tahun ini, kata dia, Pemerintah Kota Semarang menganggarkan sekitar Rp50 miliar untuk penguatan bangunan cagar budaya Pasar Johar, kemudian akan ditindak lanjuti oleh pemerintah pusat.
Ditargetkan, kata dia, pengerjaan penguatan bangunan cagar budaya Pasar Johar bisa dirampungkan pertengahan Desember 2017 karena tahun depan akan dilanjutkan dengan pengerjaan bagian yang lain.
"Kan masih ada pembangunan untuk Pasar Johar bagian yang lainnya. Kami menangani yang penguatan bangunan cagar budayanya. Makanya, harus dipastikan bangunan lama kuat dulu," pungkasnya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dirut Bulog cek harga dan stok pangan di pasar di Kota Semarang jelang Lebaran 2026
27 February 2026 11:03 WIB
BPJAMSOSTEK Semarang Pemuda dorong pedagang pasar aktif kepesertaan
20 December 2023 18:43 WIB, 2023
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Harga kedelai impor di Kudus alami penurunan meski nilai tukar rupiah tinggi
09 August 2026 20:34 WIB
Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo Blora kembali mengalami semburkan lumpur
07 August 2026 20:22 WIB