Cilacap, ANTARA JATENG - Kapal MT Permata Niaga yang terdampar dan kandas di luar tanggul pemecah gelombang Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Cilacap, Jawa Tengah, sejak Senin (8/5) petang menjadi tontonan warga.

Banyak warga dari berbagai wilayah Kota Cilacap tampak mendatangi lokasi kapal terdampar di PPS, Selasa.

Bahkan, beberapa warga nekat menerobos garis polisi untuk sekadar memotret kapal tersebut dari jarak dekat maupun berswafoto dengan latar belakang kapal yang terdampar.

Salah seorang warga Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Endar mengaku sengaja membawa anaknya untuk melihat kapal dari dekat.

"Selama ini, anak-anak hanya tahu kapal-kapal besar seperti itu dari jauh, saat masih di tengah laut. Kebetulan, saya dengar kabar kalau ada kapal yang terdampar, jadi saya bawa anak-anak ke sini untuk melihatnya lebih dekat," katanya.

Warga lainnya, Aryo mengaku penasaran ingin melihat secara langsung kapal yang terdampar itu.

"Begitu saya dengar kalau ada kapal yang terdampar, saya langsung ke sini. Saya heran, kapal sebesar ini bisa terdampar di tepi pantai," katanya.

Terkait banyaknya warga yang melihat kapal tersebut dari jarak dekat, petugas Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Cilacap berupaya mengingatkan mereka untuk segera ke tepi karena berbahaya jika berada di atas tanggul pemecah gelombang.

Kepala Satpolair Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Huda Syafi`i mengatakan pihaknya berupaya mengamankan lokasi selain karena berbahaya, juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi penjarahan.

"Padahal, sudah dipasang garis polisi tetapi warga tetap nekat masuk," katanya.

Dia mengatakan MT Permata Niaga merupakan kapal tanker pengangkut aspal dengan kapasitas 1.855 "gross tonage" (GT).

Menurut dia, kapal tersebut sudah lama lepas jangkar di "outer bar" (tempat antrean kapal yang hendak menuju pelabuhan, red.) perairan Teluk Penyu namun pada Senin (8/5) petang larat sejauh 3 mil hingga akhirnya terdampar dan kandas di luar tanggul pemecah gelombang Dermaga 3 PPS Cilacap.

"Dimungkinkan jangkarnya putus hingga akhirnya larat ke sini. Kami masih selidiki," katanya.

Huda mengatakan pihak Pertamina Marine telah menghubungi pemilik kapal agar segera menarik MT Permata Hijau karena berbahaya jika terlalu lama di lokasi kandas.

Menurut dia, kapal tersebut dikhawatirkan akan terkena tumpahan minyak dari mesin atau semakin kandas di pasir karena terdorong gelombang dan angin.

"Sebaiknya segera ditarik karena ditakutkan miring atau terbalik," katanya.

Kapal MT Permata Niaga terdampar dan kandas di sekitar tanggul pemecah gelombang Dermaga 3 PPS Cilacap pada Senin (8/5) petang akibat terhempas gelombang tinggi dan angin kencang setelah jangkarnya putus.

Sebelum terdampar di pantai yang masuk kawasan Teluk Penyu, kapal tersebut telah lepas jangkar di "outer bar" selama hampir dua tahun.

Informasi yang dihimpun, MT Permata Niaga yang merupakan kapal pengangkut aspal itu pernah menabrak "loading arm" (silinder penyaluran, red.) di Dermaga 60 Pertamina Cilacap.

Kapal tersebut selanjutnya dikeluarkan ke "outer bar" (daerah antrean kapal yang hendak menuju pelabuhan, red.) dan tidak boleh berlayar selama masih memiliki tanggungan utang di Cilacap.

Selama berada di "outer bar" kapal tersebut dalam keadaan kosong atau tanpa muatan dan telah ditinggalkan anak buah kapalnya.

Saat dihubungi melalui saluran telepon, Head of Communication and Relations Pertamina Refinery Unit IV Cilacap Ristanto Heru Widodo mengatakan MT Permata Niaga Line bukan kapal milik Pertamina meskipun sebelumnya merupakan pengangkut aspal.

"Sudah satu tahun lebih berada di `outer bar` dan tidak ada kaitannya dengan Pertamina," katanya.

Pewarta : Sumarwoto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026