Pemkot: Waspadai DBD!
Senin, 20 Februari 2017 12:29 WIB
Nyamuk dapat menularkan penyakit DBD (ANTARA/Paramayuda)
Pekalongan, ANTARA JATENG - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan warga untuk waspada terhadap penyebaran penyakit demam berdarah dengue memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau atau pancaroba.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa kondisi pancaroba seperti sekarang berpotensi meningkatnya perkembangbiakan nyamuk aedes agpyti.
"Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin seminggu sekali," katanya.
Pemberantasan sarang nyamuk, kata dia, dilakukan melalui 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, mendaur ulang sampah yang masih bisa dipakai, dan mengubur barang yang sudah tidak dapat dipakai lagi.
"Melalui cara seperti ini dapat memutus rantai perkembanganbiakan nyamuk penyebab demam berdarah," katanya.
Pada kesempatan itu, Puji Winarni mengatakan upaya menekan penyakit menular dan tidak menular tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja melainkan semua instansi yang terkait.
"Pencegahan penyakit menular maupun tidak menular semua lintas sektor organisasi masyarakat juga harus bersama-sama menyukseskan gerakan masyarakat," katanya.
Menurut dia, saat ini penyakit tidak menular relatif cukup signifikan, terutama hipertensi dan diabetes sehingga dalam penangananya Dinas Kesehatan membentuk klub "Pro-Pengelolaan Penyakit Kronis".
"Salah satu upaya untuk menekan risiko penyakit menular dan tidak menular adalah dengan cara promotif dan preventif," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa kondisi pancaroba seperti sekarang berpotensi meningkatnya perkembangbiakan nyamuk aedes agpyti.
"Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin seminggu sekali," katanya.
Pemberantasan sarang nyamuk, kata dia, dilakukan melalui 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, mendaur ulang sampah yang masih bisa dipakai, dan mengubur barang yang sudah tidak dapat dipakai lagi.
"Melalui cara seperti ini dapat memutus rantai perkembanganbiakan nyamuk penyebab demam berdarah," katanya.
Pada kesempatan itu, Puji Winarni mengatakan upaya menekan penyakit menular dan tidak menular tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja melainkan semua instansi yang terkait.
"Pencegahan penyakit menular maupun tidak menular semua lintas sektor organisasi masyarakat juga harus bersama-sama menyukseskan gerakan masyarakat," katanya.
Menurut dia, saat ini penyakit tidak menular relatif cukup signifikan, terutama hipertensi dan diabetes sehingga dalam penangananya Dinas Kesehatan membentuk klub "Pro-Pengelolaan Penyakit Kronis".
"Salah satu upaya untuk menekan risiko penyakit menular dan tidak menular adalah dengan cara promotif dan preventif," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Kudus ajak warga waspadai DBD meski kasus meninggal masih nihil
29 April 2025 10:11 WIB, 2025
Pemkot Pekalongan 6 ingatkan masyarakat waspada penyebaran kasus DBD
11 February 2025 17:29 WIB, 2025
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemprov kerahkan dokter spesialis untuk membantu warga terdampak kebakaran TPA
05 September 2026 17:17 WIB
Banyumas menargetkan perolehan Bulan Dana PMI 2026 mencapai Rp2,5 miliar
02 September 2026 12:53 WIB
Skrining kesehatan mata menemukan 250 siswa SD di Kudus mengalami gangguan
01 September 2026 15:53 WIB
Pemkab Batang buka layanan CKG ASN dan warga untuk mencegah risiko penyakit
18 August 2026 13:15 WIB