Djarot kembali Dihadang Warga saat di Mampang
Selasa, 15 November 2016 16:08 WIB
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan) menyapa warga saat melakukan "blusukan" di kawasan Karanganyar, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)
Jakarta Antara Jateng - Petahana calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat kembali dihadang beberapa warga ketika mengunjungi daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, beberapa warga sempat meneriaki Djarot dan calon gubernur DKI, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan menolak kedatangan mereka dengan alasan isu penistaan agama.
Namun, beberapa masyarakat mengkonfirmasi bahwa beberapa oknum yang menolak dengan menggunakan pengeras suara tersebut bukan merupakan warga Mampang Prapatan. Sedangkan warga Mampang sendiri tidak mempermasalahkan agenda blusukan Djarot.
Sebagian dari masa pendemo mengaku sebagai mahasiswa. Pada agenda blusukan sebelumnya Djarot juga mengeluhkan tentang adanya spanduk provokatif.
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) merupakan lembaga yang berwenang untuk menurunkan spanduk provokatif.
"Kalau pendukung Ahok-Djarot yang mencopot nanti enggak bagus. Saya serahkan kepada aparat dan panwas," kata Djarot.
Pihaknya tidak berwenang menurunkan spanduk yang berisi pesan provokatif seperti yang ditemui di Karang Anyar, Jakarta Pusat dengan tulisan "Dilarang penista agama masuk wilayah ini".
Ia mengatakan, tidak khawatir dengan berbagai penolakan warga. Menurutnya, warga perlu dewasa dalam berdemokrasi.
"Dihujat seperti apapun tidak apa-apa. Kami terima dengan sabar, ya," ujarnya. Djarot menyakini masyarakat dapat dengan bijaksana memilih pemimpin untuk membangun Jakarta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, beberapa warga sempat meneriaki Djarot dan calon gubernur DKI, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan menolak kedatangan mereka dengan alasan isu penistaan agama.
Namun, beberapa masyarakat mengkonfirmasi bahwa beberapa oknum yang menolak dengan menggunakan pengeras suara tersebut bukan merupakan warga Mampang Prapatan. Sedangkan warga Mampang sendiri tidak mempermasalahkan agenda blusukan Djarot.
Sebagian dari masa pendemo mengaku sebagai mahasiswa. Pada agenda blusukan sebelumnya Djarot juga mengeluhkan tentang adanya spanduk provokatif.
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) merupakan lembaga yang berwenang untuk menurunkan spanduk provokatif.
"Kalau pendukung Ahok-Djarot yang mencopot nanti enggak bagus. Saya serahkan kepada aparat dan panwas," kata Djarot.
Pihaknya tidak berwenang menurunkan spanduk yang berisi pesan provokatif seperti yang ditemui di Karang Anyar, Jakarta Pusat dengan tulisan "Dilarang penista agama masuk wilayah ini".
Ia mengatakan, tidak khawatir dengan berbagai penolakan warga. Menurutnya, warga perlu dewasa dalam berdemokrasi.
"Dihujat seperti apapun tidak apa-apa. Kami terima dengan sabar, ya," ujarnya. Djarot menyakini masyarakat dapat dengan bijaksana memilih pemimpin untuk membangun Jakarta.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jalur rel Pekalongan–Sragi kembali dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas
19 January 2026 18:29 WIB
Akses ke Desa Tempur Jepara sudah terbuka dan pasokan listrik kembali menyala
12 January 2026 11:09 WIB
Pemkot Surakarta kembali buka proses seleksi calon pimpinan BLUD Kawasan Wisata Balekambang
08 January 2026 16:54 WIB
Sistem kelistrikan Aceh kembali terhubung, PLN masuki tahap pengoperasian pembangkit
17 December 2025 16:00 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017