Menlu Napak Tilas di Kediaman Menlu Pertama Ahmad Soebardjo
Jumat, 19 Agustus 2016 10:29 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (REUTERS/Stephane de Sakutin)
Jakarta, Antara Jateng - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan napak tilas di kediaman Menlu RI pertama Ahmad Soebardjo di Cikini, Jakarta Pusat, dalam rangka Ulang Tahun Kemlu ke-71.
"Selain rumah tinggal, kediaman ini juga kantor pertama Kemlu yang menjadi saksi hidup berdirinya Kemlu," kata Menlu Retno di Kediaman Ahmad Soebardjo, Cikini Jakarta Pusat, Jumat.
Presiden Soekarno menunjuk Mr Ahmad Soebardjo sebagai menteri luar negeri pertama pada 17 Agustus 1945, dan pada 19 Agustus 1945 Kemlu berdiri.
Menlu Retno menceritakan bahwa Ahmad Soebardjo, saat itu melakukan tugasnya hanya dengan dibantu sepuluh staf.
"Padahal tugas beliau saat itu sangat berat, yaitu mencari atau memintakan pengakuan dari negara-negara lain atas kemerdekaan Indonesia," kata dia.
"Semangat beliau menjadi inspirasi bagi para diplomat masa kini akan pentingnya diplomasi sebagai tiang penyangga Republik Indonesia," kata dia.
Ahmad Soebardjo dua kali menjabat sebagai Menlu RI di masa Presiden Soekarno, yakni pada 1945 selama empat bulan (Agustus-Desember) dan pada 1951-1952.
Di lingkungan internal Kemlu, Ahmad Soebardjo adalah pendiri Pusat Pendidikan dan Pelatihan bagi diplomat Kemlu.
Selain itu, Ahmad Soebardjo juga pernah menjabat sebagai duta besar RI untuk Swiss pada 1961.
Acara napak tilas di kediaman Ahmad Soebardjo juga dihadiri Wakil Menlu AM Fachir, mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, diplomat senior, dan para sesepuh Kemlu.
"Selain rumah tinggal, kediaman ini juga kantor pertama Kemlu yang menjadi saksi hidup berdirinya Kemlu," kata Menlu Retno di Kediaman Ahmad Soebardjo, Cikini Jakarta Pusat, Jumat.
Presiden Soekarno menunjuk Mr Ahmad Soebardjo sebagai menteri luar negeri pertama pada 17 Agustus 1945, dan pada 19 Agustus 1945 Kemlu berdiri.
Menlu Retno menceritakan bahwa Ahmad Soebardjo, saat itu melakukan tugasnya hanya dengan dibantu sepuluh staf.
"Padahal tugas beliau saat itu sangat berat, yaitu mencari atau memintakan pengakuan dari negara-negara lain atas kemerdekaan Indonesia," kata dia.
"Semangat beliau menjadi inspirasi bagi para diplomat masa kini akan pentingnya diplomasi sebagai tiang penyangga Republik Indonesia," kata dia.
Ahmad Soebardjo dua kali menjabat sebagai Menlu RI di masa Presiden Soekarno, yakni pada 1945 selama empat bulan (Agustus-Desember) dan pada 1951-1952.
Di lingkungan internal Kemlu, Ahmad Soebardjo adalah pendiri Pusat Pendidikan dan Pelatihan bagi diplomat Kemlu.
Selain itu, Ahmad Soebardjo juga pernah menjabat sebagai duta besar RI untuk Swiss pada 1961.
Acara napak tilas di kediaman Ahmad Soebardjo juga dihadiri Wakil Menlu AM Fachir, mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, diplomat senior, dan para sesepuh Kemlu.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tradisi Kirab Boyong Menoreh, napak tilas sejarah berdirinya Kabupaten Temanggung
09 November 2025 13:22 WIB
Aktivitas Presiden Joko Widodo jelang pensiun, napak tilas ke mantan sekolah
12 October 2024 13:28 WIB, 2024
Napak tilas Menara Suar Nusakambangan, cara GM Kilang Cilacap isi libur panjang dengan bermakna
26 May 2024 11:40 WIB, 2024
Komunitas Ontel Kudus rayakan HUT RI dengan mengunjungi Stasiun KA Wergu Kulon
17 August 2021 20:00 WIB, 2021
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017