REI: Waspadai Pengembang Nakal
Kamis, 19 Mei 2016 16:03 WIB
Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembangunan apartemen. (Foto ANTARA)
Semarang, Antara Jateng - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah mengimbau masyarakat agar mewaspadai pengembang nakal khususnya pengembang apartemen.
"Memang kalau kaitannya antara pembangunan dengan pemasaran apartemen berbeda dengan rumah," kata Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K Hidayat di Semarang, Kamis.
Bedanya, untuk rumah pembangunannya lebih dahulu dilakukan. Setelah rumah jadi, baru kemudian dipasarkan kepada masyarakat.
Sedangkan untuk hunian apartemen, pengembang akan terlebih dahulu melakukan pemasaran. Setelah kuota minimal yang dibutuhkan berhasil tercapai, pembangunan apartemen baru dilakukan.
"Kalau untuk apartemen ini jika pembangunan terlebih dahulu dilakukan, biasanya akan kesulitan mencari pasar," katanya.
Berbeda dengan rumah, biasanya untuk apartemen ini para konsumen akan lebih memilih apartemen yang letaknya dekat dengan tempat mereka bekerja.
"Jika jauh sedikit saja mereka belum tentu mau, mereka pilih yang paling dekat karena agar sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan untuk membeli apartemen ini," katanya.
Terkait dengan kasus penipuan, seperti yang belum lama terjadi di Kota Yogyakarta, konsumen sudah memberikan uang muka kepada para pengembang, tetapi karena target penjualan tidak memenuhi akhirnya pembangunan tidak jadi dilakukan.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat atau calon konsumen tidak mudah tergoda dengan cicilan ringan atau uang muka murah.
"Sebaiknya dipastikan dulu bagaimana pengembangnya. Kami dari REI mengimbau sebaiknya calon konsumen memilih pengembang yang sudah tergabung pada asosiasi seperti REI atau Apersi," katanya.
"Memang kalau kaitannya antara pembangunan dengan pemasaran apartemen berbeda dengan rumah," kata Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K Hidayat di Semarang, Kamis.
Bedanya, untuk rumah pembangunannya lebih dahulu dilakukan. Setelah rumah jadi, baru kemudian dipasarkan kepada masyarakat.
Sedangkan untuk hunian apartemen, pengembang akan terlebih dahulu melakukan pemasaran. Setelah kuota minimal yang dibutuhkan berhasil tercapai, pembangunan apartemen baru dilakukan.
"Kalau untuk apartemen ini jika pembangunan terlebih dahulu dilakukan, biasanya akan kesulitan mencari pasar," katanya.
Berbeda dengan rumah, biasanya untuk apartemen ini para konsumen akan lebih memilih apartemen yang letaknya dekat dengan tempat mereka bekerja.
"Jika jauh sedikit saja mereka belum tentu mau, mereka pilih yang paling dekat karena agar sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan untuk membeli apartemen ini," katanya.
Terkait dengan kasus penipuan, seperti yang belum lama terjadi di Kota Yogyakarta, konsumen sudah memberikan uang muka kepada para pengembang, tetapi karena target penjualan tidak memenuhi akhirnya pembangunan tidak jadi dilakukan.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat atau calon konsumen tidak mudah tergoda dengan cicilan ringan atau uang muka murah.
"Sebaiknya dipastikan dulu bagaimana pengembangnya. Kami dari REI mengimbau sebaiknya calon konsumen memilih pengembang yang sudah tergabung pada asosiasi seperti REI atau Apersi," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Realisasi penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Jepara mencapai 100,64 persen dari target
08 September 2026 20:53 WIB
Pemkab Jepara gelontorkan Rp4,9 miliar untuk perbaiki akses jalan menuju ke Tempur
08 September 2026 19:59 WIB
Pemkot Semarang libatkan UMKM hingga pelaku wisata dan budaya sambut MTQ Nasional
08 September 2026 19:25 WIB
Bandara Soetta, Husein Sastranegara hingga Halim kembali layani penerbangan hari ini
08 September 2026 7:59 WIB
PLN: Titik pengeboran PLTP Gunung Ungaran bukan di kawasan Candi Gedongsongo
06 September 2026 20:15 WIB
Peringati Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Enduro gandeng Gojek gelar "Gaspol"
06 September 2026 19:34 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Realisasi penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Jepara mencapai 100,64 persen dari target
08 September 2026 20:53 WIB
Pemkab Jepara gelontorkan Rp4,9 miliar untuk perbaiki akses jalan menuju ke Tempur
08 September 2026 19:59 WIB
Pemkot Semarang libatkan UMKM hingga pelaku wisata dan budaya sambut MTQ Nasional
08 September 2026 19:25 WIB
Bandara Soetta, Husein Sastranegara hingga Halim kembali layani penerbangan hari ini
08 September 2026 7:59 WIB
PLN: Titik pengeboran PLTP Gunung Ungaran bukan di kawasan Candi Gedongsongo
06 September 2026 20:15 WIB
Peringati Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Enduro gandeng Gojek gelar "Gaspol"
06 September 2026 19:34 WIB