Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak bahwa pihaknya mendatangi rumah keluarga Siyono untuk melakukan advokasi atas permintaan istri Siyono, Suratmi, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI.
"Autopsi segera dilakukan, tetapi kami tidak bisa memberitahu kapan akan dilakukan. Tim dokter Forensik Muhammadiyah sudah disiapkan sekitar lima hingga delapan orang bersama Komnas HAM," kata Dahnil Anzar usai mengunjungi rumah keluarga Siyono dan ke pemakaman.
Menurut dia, pekerjaan rumah yang terberat keluarga Siyono minta dihadirkan keadilan. Dia menganggap negara tidak hadir terkait kasus meninggalnya Siyono. Pihak keluarga Siyono dan Komnas HAM kemudian mendatangi PP Muhammadiyah untuk dihadirkan keadilan.
Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik dan akan melakukan advokasi terhadap kasus Siyono hingga selesai. Siyono bukan warga Muhammadiyah, tetapi pihaknya akan melakukan advokasi terhadap siapapun warga Negara Indonesia yang punya hak asasi manusia dan keadilan.
PP Muhammadiyah mempunyai tanggung jawab untuk menghadirkan keadilan bagi siapapun yang meminta perlindungan tidak melihat latar belakang mereka, tetapi yang paling penting menghadirkan keadilan terhadap keluarga mereka.
"Siyono diperlakukan tidak adil, dia tidak pernah diadili di pengadilan, dan tuduhan telah terkait terlibat terorisme. Namun, PP Muhammadiyah tidak bekerja ruang membuktikan apakah dia tersangka atau terduga teroris atau bukan.
Selain itu, pihaknya juga menurunkan sejumlah Komando Kesiapsiagaan Angkatan Pemuda Muhammadiyah (Kokam) untuk melakukan pengamanan terhadap keluarga Siyono.
Dia mengatakan yang perlu disampaikan bahwa permintaan autopsi terhadap jasad Siyono selain dari istrinya Suratmi, juga dari Komnas HAM RI. Komnas HAM sudah mendatangi ke kepolisian atau lembaga resmi negara tetapi mereka tidak dapat bantuan untuk mengungkap kasus meninggalnya Siyono.
Menurut dia, Komnas HAM kemudian datang ke PP Muhammadiyah menyampaikan ada masyarakat yang menuntut keadilan, sehingga pihaknya langsung memberikan respons untuk membantu kasus Siyono ini.
Menyinggung soal sikap warga Desa Pogung yang menolak adanya autopsi jasad Siyono, Dahnil mengatakan pihaknya sangat menghargai pernyataan warga, tetapi juga pihak keluarga Suratmi.
"Kami menghargai keduanya menjaga kuat toleransi. Suratmi istri Siyono juga tidak mempermasalahkan soal jasad Siyono jika ditolak oleh warga dimakamkan di desa ini," katanya.
Kendati demikian, pihaknya segera izin dan membicarakan ke kepala desa setempat terkait akan dilakukan proses autopsi jasad Siyono tersebut.
Autopsi Jasad Terduga Teroris Siyono Ditunda
Rabu, 30 Maret 2016 16:30 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Dok/ist
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Kementerian HAM menerima usulan 174 wilayah Kampung Rekonsiliasi Perdamaian
30 September 2026 20:15 WIB
Ijazah SMA Gibran dipersoalkan di MK, Almas Tsaqibbirru kirim surat tuntut transparansi dokumen
30 September 2026 17:01 WIB
Pengamat: Penetapan masinis Argo Bromo sebagai tersangka harus komprehensif
30 September 2026 15:26 WIB
Kantor Imigrasi Semarang mendeportasi seorang mahasiswi asal Timor Leste
28 September 2026 21:06 WIB
Polisi mengerahkan 491 personel mengamankan aksi unjuk rasa warga Rembang
28 September 2026 19:30 WIB