Menlu Puas pada Hasil KTT ASEAN-AS
Kamis, 18 Februari 2016 17:40 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (ANTARA FOTO/HO/Kemenlu/Rudi Hartanto)
Retno, dalam penerbangan pesawat kepresidenan Republik Indonesia-1 menuju Honolulu Hawai untuk kembali ke Tanah Air, Kamis waktu setempat, kepada wartawan yang turut serta dalam rombongan Presiden Joko Widodo mengatakan puas pada hasil KTT AS-ASEAN.
"Saya puas karena berlangsung baik, terbuka, dan sangat konstruktif," kata Retno.
Retno tidak menampik ada perdebatan serius untuk merumuskan Deklarasi Sunnylands dengan 17 prinsip yang akhirnya disepakati bersama AS dan ASEAN.
Ia mengatakan, AS sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya dalam forum yang mengundang para pemimpin ASEAN, menunjukkan komitmennya yang kuat dalam mempererat kemitraan dengan ASEAN.
Pertemuan itu, kata Retno, juga terbuka dan mengakomodasi usulan komitmen dari negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia.
Mengenai seberapa jauh Indonesia bisa mempengaruhi hasil pertemuan, Retno mengatakan hal itu tak perlu diragukan terlebih selama ini Indonesia juga selalu dianggap pemimpin ASEAN dengan populasi 60 persen dari total penduduk kawasan.
"(Terlihat) dari approach kita diminta untuk menjadi pembicara pertama dalam sesi mengenai counterterrorism," kata Retno.
Hal itu, kata dia, berarti Indonesia dianggap memiliki peran penting dan pengalaman yang cukup untuk bisa dibagi. "Presiden Jokowi menyampaikan pengalaman Indonesia untuk meng-address isu-isu ekstremisme dan terorisme," katanya.
Retno mengatakan, umumnya setiap ada pembahasan terorisme dalam berbagai forum dunia yang melibatkan Indonesia, Indonesia selalu diminta berbagi pengalaman soal penanganan terorisme.
"Kita selalu diminta bicara untuk share pengalaman, kekuatan kita dalam counterterrorism," kata Retno.
"Saya puas karena berlangsung baik, terbuka, dan sangat konstruktif," kata Retno.
Retno tidak menampik ada perdebatan serius untuk merumuskan Deklarasi Sunnylands dengan 17 prinsip yang akhirnya disepakati bersama AS dan ASEAN.
Ia mengatakan, AS sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya dalam forum yang mengundang para pemimpin ASEAN, menunjukkan komitmennya yang kuat dalam mempererat kemitraan dengan ASEAN.
Pertemuan itu, kata Retno, juga terbuka dan mengakomodasi usulan komitmen dari negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia.
Mengenai seberapa jauh Indonesia bisa mempengaruhi hasil pertemuan, Retno mengatakan hal itu tak perlu diragukan terlebih selama ini Indonesia juga selalu dianggap pemimpin ASEAN dengan populasi 60 persen dari total penduduk kawasan.
"(Terlihat) dari approach kita diminta untuk menjadi pembicara pertama dalam sesi mengenai counterterrorism," kata Retno.
Hal itu, kata dia, berarti Indonesia dianggap memiliki peran penting dan pengalaman yang cukup untuk bisa dibagi. "Presiden Jokowi menyampaikan pengalaman Indonesia untuk meng-address isu-isu ekstremisme dan terorisme," katanya.
Retno mengatakan, umumnya setiap ada pembahasan terorisme dalam berbagai forum dunia yang melibatkan Indonesia, Indonesia selalu diminta berbagi pengalaman soal penanganan terorisme.
"Kita selalu diminta bicara untuk share pengalaman, kekuatan kita dalam counterterrorism," kata Retno.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan Amran mencopot 13 pejabat eselon Kementan diduga terlibat main "judol"
31 August 2026 10:16 WIB
Presiden Prabowo minta dalami dugaan ikatan pembakar lahan dengan korporasi
24 August 2026 14:10 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017