Khofifah Indar Parawansa Minta Pemprov Jemput Segera Eks Gafatar
Selasa, 9 Februari 2016 7:43 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
"Informasinya memang warga eks Gafatar yang sudah semuanya berada di RPTC Bambu Apus, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan Asrama Haji, Bekasi akan dipulangkan Selasa, 9 Februari.Semoga saja benar," ujar Mensos Khofifah Indar Parawansa di Medan, Senin.
Khofifah berada di Medan melakukan berbagai kegiatan termasuk melakukan peninjauan ke gudang Perum Bulog Divre Sumut di Jalan Mustafa.
Dia menegaskan, warga bekas pengikut Gafatar yang awalnya berada di Donohudan, Boyolali dan di Transipo, Surabaya sudah tidak ada lagi.
Para warga eks Gafatar yang sudah berada di RPTC Bambu Apus, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan Asrama Haji, Bekasi ada sekitar 800-an orang lagi.
"Jumlah itu termasuk asal Sumut. Pemprov Sumut diminta segera memulangkan warganya seperti yang direncanakan usai libur Imlek atau Selasa ," katanya.
Diakui, menurut laporan, ujar Khofifah, tim Pemprov Sumut sudah berada di Jakarta dan siap memulangkan warga eks Gafatar.
"Pemulangan warga tanggung jawab masing-masing Pemprov. Pemerintah hanya menyediakan antara lain menyiapkan logistik dan pengobatan termasuk penanganan trauma selama di penampungan," katanya.
Setelah dijemput Pemprov, Mensos meminta pemkab/pemkot juga bersiap menangani eks Gafatar itu agar tidak ada perasaan warga tersebut merasa ditolak di daerahnya masing-masing.
Sekda Pemprov Sumut, H Hasban Ritonga sebelumnya mengaku sudah mengirim tim khususnya dari Kesbangpolinmas untuk menangani termasuk memulangkan eks Gafatar.
Pemprov Sumut sedang mempersiapkan anggaran yang dananya diambil dari pos pendanaan yang pas agar tidak bermasalah.
Menurut laporan, kata Sekda, jumlah eks Gafatar di tempat pengungsian itu tidak sampai 301 seperti yang disebut-sebut berbagai media.
Gafatar di Sumut terdaftar di Kesbangpolinmas sebagai organisasi masyarakat sejak 5 Desember 2011.
Dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Nomor Inventarisasi: 25.A/BKB.POL-PM/XII/2011di Kesbangpolinmas Sumut, kepengurusan Gafatar periode 2012-2014 diketuai Dadang Darmawan yang diketahui sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU).
Sedangkan Sekretaris dan Bendahara tertera nama Sutrisno dan Subagio.
Khofifah berada di Medan melakukan berbagai kegiatan termasuk melakukan peninjauan ke gudang Perum Bulog Divre Sumut di Jalan Mustafa.
Dia menegaskan, warga bekas pengikut Gafatar yang awalnya berada di Donohudan, Boyolali dan di Transipo, Surabaya sudah tidak ada lagi.
Para warga eks Gafatar yang sudah berada di RPTC Bambu Apus, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan Asrama Haji, Bekasi ada sekitar 800-an orang lagi.
"Jumlah itu termasuk asal Sumut. Pemprov Sumut diminta segera memulangkan warganya seperti yang direncanakan usai libur Imlek atau Selasa ," katanya.
Diakui, menurut laporan, ujar Khofifah, tim Pemprov Sumut sudah berada di Jakarta dan siap memulangkan warga eks Gafatar.
"Pemulangan warga tanggung jawab masing-masing Pemprov. Pemerintah hanya menyediakan antara lain menyiapkan logistik dan pengobatan termasuk penanganan trauma selama di penampungan," katanya.
Setelah dijemput Pemprov, Mensos meminta pemkab/pemkot juga bersiap menangani eks Gafatar itu agar tidak ada perasaan warga tersebut merasa ditolak di daerahnya masing-masing.
Sekda Pemprov Sumut, H Hasban Ritonga sebelumnya mengaku sudah mengirim tim khususnya dari Kesbangpolinmas untuk menangani termasuk memulangkan eks Gafatar.
Pemprov Sumut sedang mempersiapkan anggaran yang dananya diambil dari pos pendanaan yang pas agar tidak bermasalah.
Menurut laporan, kata Sekda, jumlah eks Gafatar di tempat pengungsian itu tidak sampai 301 seperti yang disebut-sebut berbagai media.
Gafatar di Sumut terdaftar di Kesbangpolinmas sebagai organisasi masyarakat sejak 5 Desember 2011.
Dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Nomor Inventarisasi: 25.A/BKB.POL-PM/XII/2011di Kesbangpolinmas Sumut, kepengurusan Gafatar periode 2012-2014 diketuai Dadang Darmawan yang diketahui sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU).
Sedangkan Sekretaris dan Bendahara tertera nama Sutrisno dan Subagio.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rakernas kokohkan peran strategis LKBN ANTARA dalam ekosistem informasi negara
06 June 2026 8:13 WIB
BP BUMN harap Rakernas Perum LKBN ANTARA hasilkan pemikiran besar untuk bangsa
06 June 2026 8:11 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017