Cashtree Komitmen jadi Platform Iklan Digital
Jumat, 22 Januari 2016 14:45 WIB
Tim Cashtree dalam temu media di Jakarta, Kamis (20/1/2016). (ANTARA News/Arindra Meodia)
"Cashtree sebagai alternatif orang untuk beriklan secara efektif selain Google AdWords dan Fb Ads," Song JinYoung, Chief Service Officer PT. Viti (Valuein Techonology Indonesia), di Jakarta, Kamis.
"Channel iklan biasanya hanya berjalan satu arah, Cashtree merupakan platform iklan masa depan karena kami akan memiliki market sendiri dengan mengandalkan pengguna organik Cashtree," sambung dia.
Lebih lanjut, Song menjelaskan iklan biasa hadir berupa banner di area-area tertentu dalam sebuah artikel maupun aplikasi, namun di Cashtree iklan hadir secara full screen pada lockscreen ponsel pintar.
"Cashtree dapat memasang iklan dengan di area yang ditargetkan dengan orang yang memiliki ketertarikan tertentu yang disesuaikan dengan keinginan klien," ujar dia.
Resmi dirilis pada November, aplikasi yang dikembangkan oleh PT. Viti (Valuein Techonology Indonesia) itu tercatat memiliki klien pengembang game yang cukup banyak. Pasalnya, Cashtree diklaim mampu meningkatkan ranking aplikasi di Play Store. "Cashtree mampu membuat traffic yang besar dalam waktu singkat," ujar Song.
Menurut Chief Business Officer PT. Viti, Jung SeoYoung, potensi pasar platform iklan digital di Indoensia sangat besar. Selain itu, pemain layanan lockscreen juga masih sedikit.
"Di bidang iklan, media konvensional cenderung semakin menurun, tapi di media digital semakin berkembang. Potensi iklan mobile sedang berkembang besar-besaran," kata dia.
"Pasar iklan di Indonesia sekitar hampir Rp 500 milyar, dan kami lihat pasar iklan berkembang 50 persen tiap tahun," lanjut dia.
Menjadi mobile advertising platform, Chastree juga hadir sebagai reward apps untuk pengguna. Pengguna akan diberikan imbalan cash yang dapat ditukarkan dengan pulsa saat mengakses iklan yang muncul pada lockscreen maupun aplikasi.
Sedikit memiliki kompetitor, Jung mengatakan Cashtree justru memiliki "Pekerjaan Rumah" yang cukup besar. Pasalnya, konsep aplikasi yang dikembangkan di Korea Selatan tersebut belum banyak diadopsi di Indonesia.
"Belum banyak yang mengadopsi mobile digital add, jadi harus banyak mengedukasi pengguna untuk terlibat," pungkas Jung.
"Channel iklan biasanya hanya berjalan satu arah, Cashtree merupakan platform iklan masa depan karena kami akan memiliki market sendiri dengan mengandalkan pengguna organik Cashtree," sambung dia.
Lebih lanjut, Song menjelaskan iklan biasa hadir berupa banner di area-area tertentu dalam sebuah artikel maupun aplikasi, namun di Cashtree iklan hadir secara full screen pada lockscreen ponsel pintar.
"Cashtree dapat memasang iklan dengan di area yang ditargetkan dengan orang yang memiliki ketertarikan tertentu yang disesuaikan dengan keinginan klien," ujar dia.
Resmi dirilis pada November, aplikasi yang dikembangkan oleh PT. Viti (Valuein Techonology Indonesia) itu tercatat memiliki klien pengembang game yang cukup banyak. Pasalnya, Cashtree diklaim mampu meningkatkan ranking aplikasi di Play Store. "Cashtree mampu membuat traffic yang besar dalam waktu singkat," ujar Song.
Menurut Chief Business Officer PT. Viti, Jung SeoYoung, potensi pasar platform iklan digital di Indoensia sangat besar. Selain itu, pemain layanan lockscreen juga masih sedikit.
"Di bidang iklan, media konvensional cenderung semakin menurun, tapi di media digital semakin berkembang. Potensi iklan mobile sedang berkembang besar-besaran," kata dia.
"Pasar iklan di Indonesia sekitar hampir Rp 500 milyar, dan kami lihat pasar iklan berkembang 50 persen tiap tahun," lanjut dia.
Menjadi mobile advertising platform, Chastree juga hadir sebagai reward apps untuk pengguna. Pengguna akan diberikan imbalan cash yang dapat ditukarkan dengan pulsa saat mengakses iklan yang muncul pada lockscreen maupun aplikasi.
Sedikit memiliki kompetitor, Jung mengatakan Cashtree justru memiliki "Pekerjaan Rumah" yang cukup besar. Pasalnya, konsep aplikasi yang dikembangkan di Korea Selatan tersebut belum banyak diadopsi di Indonesia.
"Belum banyak yang mengadopsi mobile digital add, jadi harus banyak mengedukasi pengguna untuk terlibat," pungkas Jung.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN tegaskan kesiapan dukung era kendaraan listrik
04 August 2026 20:19 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi
13 June 2026 18:42 WIB
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB