LP2K:PLN Harus Selalu Mutakhirkan Data Pelanggan
Rabu, 21 Oktober 2015 15:56 WIB
"Langkah pemutakhiran data ini untuk menghindari ketidaktepatan pemberian subsidi listrik di kalangan masyarakat," kata Ketua LP2K Kota Semarang Ngargono di Semarang, Rabu.
Menurut dia, PLN dapat mencontoh Perusahaan Air Minum (PAM) yang selalu melakukan pemutakhiran data melalui pencatatan yang dilakukan oleh para petugas.
"Di PAM ada pencatatan setiap bulan yang dilakukan oleh para petugas sekaligus mencatat kondisi-kondisi yang selalu terjadi. Indikator ini selanjutnya dimasukkan pada skoring, skoring nanti berpengaruh pada peningkatan status pelanggan yang bersangkutan," katanya.
Seperti misalnya, pelanggan yang awalnya berstatus sosial naik ke rumah tangga 1 dan seterusnya.
Selain itu, PLN juga harus menetapkan apa saja indikator yang digunakan sebagai pembeda status pelanggan tersebut, apakah dilihat dari kondisi perekonomian dan kondisi rumah.
Sementara itu, mengenai pengurangan subsidi yang akan dilakukan oleh Pemerintah mulai tahun depan, Ngargono mengatakan upaya tersebut harus dilakukan secara proporsional.
"Saya setuju pada prinsipnya subsidi harus dikurangi, tetapi ketepatan subsidi tetap harus diprioritaskan. Untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA saya kira secara umum masih perlu diberikan subsidi," katanya.
Menurut dia, PLN dapat mencontoh Perusahaan Air Minum (PAM) yang selalu melakukan pemutakhiran data melalui pencatatan yang dilakukan oleh para petugas.
"Di PAM ada pencatatan setiap bulan yang dilakukan oleh para petugas sekaligus mencatat kondisi-kondisi yang selalu terjadi. Indikator ini selanjutnya dimasukkan pada skoring, skoring nanti berpengaruh pada peningkatan status pelanggan yang bersangkutan," katanya.
Seperti misalnya, pelanggan yang awalnya berstatus sosial naik ke rumah tangga 1 dan seterusnya.
Selain itu, PLN juga harus menetapkan apa saja indikator yang digunakan sebagai pembeda status pelanggan tersebut, apakah dilihat dari kondisi perekonomian dan kondisi rumah.
Sementara itu, mengenai pengurangan subsidi yang akan dilakukan oleh Pemerintah mulai tahun depan, Ngargono mengatakan upaya tersebut harus dilakukan secara proporsional.
"Saya setuju pada prinsipnya subsidi harus dikurangi, tetapi ketepatan subsidi tetap harus diprioritaskan. Untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA saya kira secara umum masih perlu diberikan subsidi," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasil observasi tim medis puluhan siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG harus jalani rawat inap
30 January 2026 11:00 WIB
Real Madrid harus jalani babak playoff Liga Champions usai kalah dari Benfica
29 January 2026 7:43 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB
Pakar Hukum: Penerapan pidana kerja sosial harus berdampak bagi masyarakat
06 January 2026 13:27 WIB
Ini dia lima hal penting yang harus dihindari pengemudi saat di jalan tol
29 December 2025 10:07 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI sebut dialog pilar kebangsaan harus rutin diselenggarakan
24 December 2025 18:22 WIB
Wagub Jateng: Pondok Pesantren harus jadi ruang aman dan ramah bagi anak santri
12 December 2025 20:26 WIB
Anggota MPR: Pelajar Banyumas harus pahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan
12 December 2025 18:48 WIB