Badan Informasi Geospasial Buat Peta Ulang Desa
Kamis, 15 Oktober 2015 17:53 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan (kanan) menerima peta wilayah Indonesia dari Plt Badan Informasi Geospasial (BIG), Titiek Suparwati (kiri) dalam kunjungan kerja ke kantor BIG di Cibinong, Bogor, Jabar, Kamis (13/11). ANTARA FOTO
Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah Tri Patmasari di Temanggung, Kamis, mengatakan target peta ulang tersebut selesai dalam beberapa tahun mendatang, khusus di Temanggung ditarget selesai sebelum akhir 2015.
"Teknologi ini sangat akurat bisa melihat dengan jelas permukaan bumi, kesalahannya berkisar 30-50 centimeter," katanya pada temu kerja ajudikasi pemasangan pilar dan pembuatan peta wilayah kelurahan dan desa di Kabupaten Temanggung yang dihadiri kades, perangkat desa, dan camat se Kabupaten Temanggung.
Ia mengatakan berdasar Permendagri Nomor 56 Tahun 2015 desa dan kelurahan di Indonesia berjumlah 83.184. Terbanyak di Jateng (8.559) diikuti Jatim (8.501), Aceh (6.474), Jabar 5.962, dan Papua (5.529) dengan jumlah paling sedikit DKI (267).
Kondisi peta desa saat ini, katanya belum tersedia peta dasar dalam skala besar, gambar batas desa tidak memiliki skala, tidak ada proyeksi peta dan sistem koordinat dan delinasi garis batas ada tetapi tidak jelas.
Selain itu, katanya tidak definitif karena tidak ada koordinat dan sumber data pembuat dan tahun pembuatan peta tidak dicantumkan.
Menurut dia dampak dari kondisi tersebut peta tidak dapat digunakan sebagai analisa penghitungan luas, jarak, posisi relatif terhadap wilayah yang lain dan peta tidak dapat digunakan untuk membantu penyelesaian sengketa batas.
"Dalam pembuatan peta nantinya akan disepakati batas desa, dengan berpedoman citra tegak resolusi tinggi, yang menghadirkan perangkat desa yang bersebelahan agar kedepan tidak ada konflik batas wilayah," katanya.
"Teknologi ini sangat akurat bisa melihat dengan jelas permukaan bumi, kesalahannya berkisar 30-50 centimeter," katanya pada temu kerja ajudikasi pemasangan pilar dan pembuatan peta wilayah kelurahan dan desa di Kabupaten Temanggung yang dihadiri kades, perangkat desa, dan camat se Kabupaten Temanggung.
Ia mengatakan berdasar Permendagri Nomor 56 Tahun 2015 desa dan kelurahan di Indonesia berjumlah 83.184. Terbanyak di Jateng (8.559) diikuti Jatim (8.501), Aceh (6.474), Jabar 5.962, dan Papua (5.529) dengan jumlah paling sedikit DKI (267).
Kondisi peta desa saat ini, katanya belum tersedia peta dasar dalam skala besar, gambar batas desa tidak memiliki skala, tidak ada proyeksi peta dan sistem koordinat dan delinasi garis batas ada tetapi tidak jelas.
Selain itu, katanya tidak definitif karena tidak ada koordinat dan sumber data pembuat dan tahun pembuatan peta tidak dicantumkan.
Menurut dia dampak dari kondisi tersebut peta tidak dapat digunakan sebagai analisa penghitungan luas, jarak, posisi relatif terhadap wilayah yang lain dan peta tidak dapat digunakan untuk membantu penyelesaian sengketa batas.
"Dalam pembuatan peta nantinya akan disepakati batas desa, dengan berpedoman citra tegak resolusi tinggi, yang menghadirkan perangkat desa yang bersebelahan agar kedepan tidak ada konflik batas wilayah," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelajar di Kabupaten Jepara diminta cerdas membaca algoritma digital medsos
06 January 2026 16:55 WIB
UMS bahas sistem informasi inklusif untuk disabilitas pada FGD Hilirisasi Riset Prioritas DorTek
08 December 2025 19:20 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017