Rumah Terduga Teroris Digeledah
Rabu, 12 Agustus 2015 21:26 WIB
Polisi membawa barang bukti usai menggeledah rumah terduga teroris Giyanto di Kampug Losari, Semanggi, Pasarkliwon, Solo, Jawa Tengah, Rabu, (12/8). Giyanto ditangkap di sekitar Masjid Al Marwah Losari, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Sol
Polisi pertama menggeledah sebuah gubuk dan mushala di Kampung Losari RT 05 RW 03 Semanggi, Pasar Kliwon, atau tidak jauh dari rumah terduga teroris Ibrahim Sungkar yang ditangkap pada tahun 2013.
Mereka menggeledah mushala dan gubuk bekas kandang kambing, kemudian melakukan hal yang sama di rumah Udin di RT 04 RW 03 Losari Semanggi.
Polisi mulai masuk ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB, kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa bungkusan plastik warna hitam dan putih.
Akan tetapi, sejumlah warga Losari mengaku tidak tahu apa isinya. Mereka hanya melihat polisi memasukkan temuan itu ke dalam mobil. Tidak lama berselang, petugas meninggalkan lokasi.
Informasi yang diperoleh Antara dari sejumlah warga Losari, gubuk di depan mushala tersebut milik Yus Karman, sedangkan rumah di RT 04/03 milik Udin. Mereka juga menjelaskan bahwa warga sekitar masih aktif shalat di mushala itu.
Berdasarkan informasi warga sekitar, disebutkan bahwa polisi, Selasa (11/8) malam, menangkap dua orang yang bernama Udin dan Giyanto (40). Keesokan harinya, Rabu sekitar pukul 14.00 WIB, polisi mengamankan Yus Karman di pertigaan jalan Losari. Namun, di antara sebagian warga mengaku tidak mengenal dekat ketiga orang itu.
Kendati demikian, Ketua RT 05 RW 03 Agus Sumaryawan mengetahui di antara ketiga terduga teroris itu bernama Giyanto.
"Dia warga Kampung Mojo Semanggi Pasar Kliwon. Giyanto ini asli warga kampung setempat," katanya.
Ketika polisi menggeledah dua rumah terduga teroris, polisi meminta Agus menyaksikan barang-barang di kandang kambing dan mushala setempat.
"Saya melihat polisi mengamankan bendera bertuliskan Arab warna hitam, alat bor, dan besi bor. Barang lainnya saya tidak tahu," kata Agus Sumaryawan.
Menyinggung soal aktivitas ketiga orang di lokasi mushala tersebut, Agus mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahuinya karena mereka jarang berada di kampung.
"Namun, mushala di Losari masih sering digunakan oleh warga yang tinggalnya dekat tempat ibadah itu," katanya.
Mereka menggeledah mushala dan gubuk bekas kandang kambing, kemudian melakukan hal yang sama di rumah Udin di RT 04 RW 03 Losari Semanggi.
Polisi mulai masuk ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB, kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa bungkusan plastik warna hitam dan putih.
Akan tetapi, sejumlah warga Losari mengaku tidak tahu apa isinya. Mereka hanya melihat polisi memasukkan temuan itu ke dalam mobil. Tidak lama berselang, petugas meninggalkan lokasi.
Informasi yang diperoleh Antara dari sejumlah warga Losari, gubuk di depan mushala tersebut milik Yus Karman, sedangkan rumah di RT 04/03 milik Udin. Mereka juga menjelaskan bahwa warga sekitar masih aktif shalat di mushala itu.
Berdasarkan informasi warga sekitar, disebutkan bahwa polisi, Selasa (11/8) malam, menangkap dua orang yang bernama Udin dan Giyanto (40). Keesokan harinya, Rabu sekitar pukul 14.00 WIB, polisi mengamankan Yus Karman di pertigaan jalan Losari. Namun, di antara sebagian warga mengaku tidak mengenal dekat ketiga orang itu.
Kendati demikian, Ketua RT 05 RW 03 Agus Sumaryawan mengetahui di antara ketiga terduga teroris itu bernama Giyanto.
"Dia warga Kampung Mojo Semanggi Pasar Kliwon. Giyanto ini asli warga kampung setempat," katanya.
Ketika polisi menggeledah dua rumah terduga teroris, polisi meminta Agus menyaksikan barang-barang di kandang kambing dan mushala setempat.
"Saya melihat polisi mengamankan bendera bertuliskan Arab warna hitam, alat bor, dan besi bor. Barang lainnya saya tidak tahu," kata Agus Sumaryawan.
Menyinggung soal aktivitas ketiga orang di lokasi mushala tersebut, Agus mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahuinya karena mereka jarang berada di kampung.
"Namun, mushala di Losari masih sering digunakan oleh warga yang tinggalnya dekat tempat ibadah itu," katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026