Nelayan Semakin Dipermudahkan dalam Beroperasi
Senin, 1 Juni 2015 17:57 WIB
ilustrasi nelayan
"Kami mengembangkan kartu nelayan dan kartu BBM untuk nelayan. Adapun perbedaan kedua kartu tersebut, yakni kartu nelayan diberikan kepada seluruh nelayan, sedangkan kartu BBM diberikan kepada para nelayan yang memiliki kapal," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng Lalu Muhammad Syafriadi di Semarang, Senin.
Muhammad Syafriadi berharap kartu BBM tersebut bisa memudahkan para nelayan untuk memperoleh solar sehingga operasinal mereka dalam mencari ikan bisa lebih mudah tanpa harus repot dengan kesulitan memperoleh bahan bakar.
Selain itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan sumber daya laut, salah satunya dengan menenggelamkan terumbu karang buatan di sejumlah titik.
"Belum lama ini, kami sudah menenggelamkan terumbu karang buatan di laut Batang. Dengan harapan di sana makin banyak sumber daya laut yang bisa dinikmati masyarakat sekitar. Untuk program ini, kami namakan 'fish department'," katanya.
Sementara itu, untuk memastikan surat-surat yang dibawa oleh nelayan memenuhi syarat dan tidak melanggar aturan lalu lintas laut, pihaknya melakukan evaluasi kembali izin-izin kapal tersebut.
"Mengenai izin ini, ada peraturan menteri yang harus ditindaklanjuti. Dalam hal ini kami bekerja sama dengan KSOP dan UPP di sejumlah pelabuhan di Jateng," katanya.
Diakuinya ada sejumlah izin yang harus dilengkapi oleh para pemilik kapal. Jika belum lengkap, kapal tidak boleh beroperasi sehingga berpotensi merugikan para nelayan.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar para pemilik kapal lebih tanggap untuk melengkapi kapal dengan seluruh surat izin.
"Mengenai perizinan ini memang harus ada sosialisasi karena kami bertugas membina para nelayan. Apalagi, saat ini adalah era kemaritiman," katanya.
Muhammad Syafriadi berharap kartu BBM tersebut bisa memudahkan para nelayan untuk memperoleh solar sehingga operasinal mereka dalam mencari ikan bisa lebih mudah tanpa harus repot dengan kesulitan memperoleh bahan bakar.
Selain itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan sumber daya laut, salah satunya dengan menenggelamkan terumbu karang buatan di sejumlah titik.
"Belum lama ini, kami sudah menenggelamkan terumbu karang buatan di laut Batang. Dengan harapan di sana makin banyak sumber daya laut yang bisa dinikmati masyarakat sekitar. Untuk program ini, kami namakan 'fish department'," katanya.
Sementara itu, untuk memastikan surat-surat yang dibawa oleh nelayan memenuhi syarat dan tidak melanggar aturan lalu lintas laut, pihaknya melakukan evaluasi kembali izin-izin kapal tersebut.
"Mengenai izin ini, ada peraturan menteri yang harus ditindaklanjuti. Dalam hal ini kami bekerja sama dengan KSOP dan UPP di sejumlah pelabuhan di Jateng," katanya.
Diakuinya ada sejumlah izin yang harus dilengkapi oleh para pemilik kapal. Jika belum lengkap, kapal tidak boleh beroperasi sehingga berpotensi merugikan para nelayan.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar para pemilik kapal lebih tanggap untuk melengkapi kapal dengan seluruh surat izin.
"Mengenai perizinan ini memang harus ada sosialisasi karena kami bertugas membina para nelayan. Apalagi, saat ini adalah era kemaritiman," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
"Sewunara" digelar Binus Semarang pertemukan gagasan kreatif lintas negara
26 September 2026 22:37 WIB
Bank Jateng perkuat sinergi dengan KIW, dorong ekosistem industri dan dunia usaha Jateng
26 September 2026 11:07 WIB
IPOT X resmi meluncur, Indo Premier bawa inovasi AI-Powered Investing untuk investor Indonesia
26 September 2026 9:42 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Menkeu : Belanja negara tahun 2027 tembus Rp4.000 T, pertama dalam sejarah Indonesia
23 September 2026 13:29 WIB
Pemkab Kudus memanfaatkan bantuan CSR Bank Jateng untuk peningkatan UMKM
15 September 2026 22:32 WIB
Rembang terapkan metode tanam PM-AAS dengan harapan dongkrak produktivitas padi
15 September 2026 22:28 WIB