"Meskipun alat tangkap yang dipakai masih tradisional, namun dalam mendeteksi posisi ikan sudah menggunakan teknologi mutakhir berupa GPS yang merupakan bantuan dari pemkab setempat," kata Camat Karimunjawa Muh. Tahsin di Jepara, Selasa.
Dengan demikian, kata dia, pengetahuan nelayan dalam hal menangkap ikan semakin berkembang karena sudah tersentuh dengan alat modern.
Alat modern tersebut, lanjut dia, sangat diharapkan bisa meningkatkan tingkat kesejahteraan nelayan karena dalam menangkap ikan sudah semakin mudah dengan hadirnya alat tersebut.
Hanya saja, kata dia, alat modern tersebut memang belum menyeluruh karena bantuan hanya diberikan kepada masing-masing kelompok nelayan.
"Mudah-mudahan alat modern tersebut bisa dimiliki oleh semua nelayan sehingga mudah dalam mendeteksi buruannya," ujarnya.
Apalagi, lanjut dia, mayoritas mata pencaharian masyarakat di Kecamatan Karimunjawa sebagai nelayan sehingga patut menjadi perhatian agar pengetahuan mereka dalam menangkap ikan juga semakin berkembang yang diharapkan berkorelasi pula terhadap tingkat kesejahteraan mereka.
Jumlah penduduk di Kecamatan Karimunjawa, kata dia, mencapai 3.500 keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 6.000-an jiwa.
Keberadaan pulau-pulau kecil yang ada di Karimunjawa, kata dia, menjadi keuntungan tersendiri bagi nelayan karena pada musim baratan atau gelombang laut tinggi seperti sekarang ini masih bisa melaut.
Dengan demikian, kata dia, aktivitas nelayan di laut hampir bisa dilakukan secara berkelanjutan meskipun cuaca laut terkadang mengalami ombak tinggi karena masih ada lokasi untuk mencari ikan yang gelombang ombaknya tidak membahayakan keselamatan nelayan.
"Alat GPS yang dimiliki nelayan juga turut memudahkan mereka mencari ikan, meskipun jangkauan untuk mencari ikan terbatas pada kawasan tertentu saja," ujarnya.
Musthofa, salah seorang nelayan Jepara mengakui, merasakan manfaat GPS dalam menangkap ikan jauh lebih mudah dan hasilnya juga lebih baik dibandingkan dengan mengandalkan perkiraan semata.
Hanya saja, kata dia, belum semua nelayan mampu memiliki teknologi mutakhir tersebut karena harganya mencapai Rp3 jutaan per unitnya.
Beberapa waktu lalu, lanjut dia, nelayan memang mendapatkan bantuan dari Pemkab Jepara lewat kelompok nelayan, setelah sebelumnya mendapatkan pinjaman.
Setelah itu, kata dia, ada bantuan peralatan serupa dari Pemprov Jateng kepada masing-masing kelompok nelayan.
"Jika memungkinkan, ada bantuan lagi untuk semua nelayan karena sebetulnya semua nelayan memang menginginkan alat tersebut," ujarnya.
Kalaupun bantuan dalam bentuh hibah alat tidak merata ke semua nelayan, kata dia, pemerintah bisa mengupayakan bantuan lain yang memudahkan nelayan memiliki alat tersebut.
Pasalnya, kata dia, bantuan yang diberikan kepada kelompok menimbulkan kecemburuan antar anggota, mengingat nelayan yang menggunakan GPS mendapatkan hasil tangkapan ikan yang jauh lebih bagus.
Permudah Deteksi Ikan, Nelayan Dilengkapi GPS
Selasa, 24 Februari 2015 17:56 WIB
ilustrasi
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang perketat pengawasan lokasi parkir insidentil cegah juru parkir liar
13 August 2026 20:58 WIB
BI: Ekonomi Jateng masih tunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian global
13 August 2026 20:52 WIB
Bulog Banyumas mulai distribusikan bantuan pangan Juli-September 2026 kepada masyarakat
13 August 2026 20:46 WIB
Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Blora capai 64,97 persen tahun 2026
13 August 2026 19:52 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Blora capai 64,97 persen tahun 2026
13 August 2026 19:52 WIB
Pertamina hentikan operasional SPBU Jenderal Sudirman di Kudus karena belum penuhi SOP
05 August 2026 20:05 WIB
Sinergi Bank bjb - Pemkot Bogor hadirkan kepastian masa depan bagi Ketua RT-RW-LPM
27 July 2026 10:29 WIB