Keputusan Munas Ancol: Bubarkan KMP
Minggu, 7 Desember 2014 11:15 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean)
"Hasil Munas ini salah satu keputusannya membubarkan KMP. Karena jika Golkar keluar, maka sudah tidak ada lagi kekuatan dari KMP. Munas ini akan mendukung rencana pemerintah," kata Agus Gumiwang di Ancol, Sabtu.
Agus menambahkan, bentuk dukungan kepada pemerintah adalah dengan menerima Perppu Pilkada yang diajukan Presiden keenam Soesilo Bambang Yudhoyono.
"Program akan dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan keinginan mereka (DPD I dan II). DPP Golkar peka terhadap perkembangan di masyarakat dan itu kemudian hari diejawantahkan oleh partai. Seperti Pilkada langsung, Perppu diterima," kata Agus.
Dia mengungkapkan bahwa dia dan dua calon ketua umum, Agung Laksono dan Priyo Budi Santoso, sepakat mendukung siapa yang menjadi Ketua Umum Golkar.
"Kita sudah sepakat bersaing secara sehat, tidak ada black campaign satu sama lain. Kita bertarung secara sehat. Siapa pun yang terpilih, kita akan dukung dan siap membantu, bukan zero game," kata mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu.
Sementara itu, calon Ketum Golkar Priyo Budi Santoso menegaskan, opsi untuk mendukung pemerintah tak perlu dilarang atau dihambat.
"Semua akan dibahas di komisi-komisi tentang berbagai perspektif yang muncul. Mendukung permerintah adalah opsi yang jangan dilarang-larang. Mendukung pemerintah tidak harus ngeblok pada salah satu koalisi. Nanti akan dimatangkan lagi (pembubaran koalisi)," kata Priyo.
Agus menambahkan, bentuk dukungan kepada pemerintah adalah dengan menerima Perppu Pilkada yang diajukan Presiden keenam Soesilo Bambang Yudhoyono.
"Program akan dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan keinginan mereka (DPD I dan II). DPP Golkar peka terhadap perkembangan di masyarakat dan itu kemudian hari diejawantahkan oleh partai. Seperti Pilkada langsung, Perppu diterima," kata Agus.
Dia mengungkapkan bahwa dia dan dua calon ketua umum, Agung Laksono dan Priyo Budi Santoso, sepakat mendukung siapa yang menjadi Ketua Umum Golkar.
"Kita sudah sepakat bersaing secara sehat, tidak ada black campaign satu sama lain. Kita bertarung secara sehat. Siapa pun yang terpilih, kita akan dukung dan siap membantu, bukan zero game," kata mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu.
Sementara itu, calon Ketum Golkar Priyo Budi Santoso menegaskan, opsi untuk mendukung pemerintah tak perlu dilarang atau dihambat.
"Semua akan dibahas di komisi-komisi tentang berbagai perspektif yang muncul. Mendukung permerintah adalah opsi yang jangan dilarang-larang. Mendukung pemerintah tidak harus ngeblok pada salah satu koalisi. Nanti akan dimatangkan lagi (pembubaran koalisi)," kata Priyo.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017