Kepala Dinas Kesehatan Boyolali dr Yulinto Prabowo di Boyolali, Selasa, mengatakan masyarakat yang masuk program BPJS Kesehatan masih jauh di bawah angka yang ditargetkan.
"Kami mencatat masyarakat masuk Program BPJS Kesehtan hingga akhir September 2014, baru sebanyak 4.000 jiwa. Padahal, kami menargetkan sebanyak 10 ribu jiwa," kata dr Yulianto Prabowo.
Menurut dia, tidak tercapainya target tersebut disebabkan sosialisasi tentang BPJS belum dilakukan hingga ke masyarakat kelas menengah bawah.
Meskipun, BPJS dan Dinas Kesehatan Boyolali telah melakukan sosialisasi, tetapi masyarakat, terutama di kalangan masyarakat paling bawah belum menerima secara lengkap tentang program itu. Bahkan ada sebagian orang belum tahu apa itu BPJS.
Pihaknya melakukan pendataan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi penduduk miskin Boyolali yang belum masuk data penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jakesmas), sejak Juli hingga September 2014.
Namun, hal tersebut baru mendata sekitar 4.000 jiwa, sehingga pada akhirnya pendataan kepesertaan BPJS diperpanjang hingga mencapai targetnya.
Pihaknya dalam waktu dekat segera mengumpulkan sekretaris desa (Sekdes) untuk melakukan sosialissi tentang BPJS.
"Dengan harapan setelah Sekdes memperoleh pengetahuan tentang BPJS bisa menjelaskan langsung kepada perangkat desa yang lainnya dan akhirnya dapat disampaikan kepada masyarakat di likungannya masing-masing," katanya.
Peserta Program BPJS Kesehatan di Boyolali Belum Maksimal
Selasa, 14 Oktober 2014 15:16 WIB
Kartu BPJS Kesehatan (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemprov Jateng tegaskan penanganan kasus dugaan keracunan di Batang sesuai SOP
28 September 2026 21:50 WIB
Kolaborasi dengan Alpha IVF Malaysia, RS Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan Bayi Tabung Berteknologi Mutakhir
26 September 2026 17:33 WIB
Alodokter AI raih kepuasan pasien hingga 98 persen, penuhi tolok ukur keselamatan klinis dunia
22 September 2026 17:50 WIB
Gubernur Jateng serukan kerja kolaboratif lintas sektor guna turunkan stunting
21 September 2026 22:38 WIB
PMI Kota Tegal peringati HUT ke-81, teguhkan semangat peduli dan kemanusiaan
18 September 2026 13:53 WIB