Peluncuran KA yang namanya diambil dari akronim "Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi" itu dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Stasiun Poncol Semarang, Minggu.
Menurut Kepala PT KAI Daops IV Semarang Wawan Ariyanto, KA Komuter "Kedungsepur" itu diharapkan bisa semakin memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya di rute-rute yang dilalui.
"KA (Kedungsepur, red.) ini merupakan cikal bakal komuter di wilayah Daops IV Semarang. Kami luncurkan hari ini (28/9) bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-69 PT KAI," ucapnya.
Secara teknis, KA Kedungsepur menggunakan rangkaian kereta rel diesel elektrik (KRDE) empat gerbong dengan kapasitas angkut sebanyak 200 penumpang dan jarak tempuh sekali perjalanan 71,76 kilometer.
Wawan mengharapkan KA Kedungsepur bisa mendorong munculnya KA-KA komuter yang lainnya di masa yang akan datang, apalagi setelah proyek reaktivasi jalur Kedungjati-Ambarawa rampung pada 2015.
Berkaitan dengan nama Kedungsepur memang dipilih oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, karena nama tersebut merupakan kepanjangan Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi yang dilalui KA itu.
Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto menambahkan KA Kedungsepur itu menggunakan rangkaian KRDE kelas I atau setara dengan kelas eksekutif, tetapi tarifnya terjangkau.
"Selama dua bulan ke depan, kami menargetkan okupansi (tingkat keterisian penumpang, red.) sekitar 80 persen. Tarif pun masih promosi selama dua bulan ke depan, yakni hanya Rp15 ribu/orang," ujarnya.
Ia menjelaskan KA komuter merupakan KA yang melayani penumpang dengan rute langsung secara bolak-balik dalam suatu wilayah dengan jarak tidak lebih dari 100 km, berbeda dengan KA-KA lain.
"Komuter-komuter lain sudah ada di daops lain, semisal KA Prameks melayani rute Solo-Yogyakarta PP. Untuk KA Kedungsepur melayani jarak 71,76 km antara Weleri-Gubug dengan waktu tempuh 1,5 jam," pungkasnya.
Menurut Kepala PT KAI Daops IV Semarang Wawan Ariyanto, KA Komuter "Kedungsepur" itu diharapkan bisa semakin memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya di rute-rute yang dilalui.
"KA (Kedungsepur, red.) ini merupakan cikal bakal komuter di wilayah Daops IV Semarang. Kami luncurkan hari ini (28/9) bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-69 PT KAI," ucapnya.
Secara teknis, KA Kedungsepur menggunakan rangkaian kereta rel diesel elektrik (KRDE) empat gerbong dengan kapasitas angkut sebanyak 200 penumpang dan jarak tempuh sekali perjalanan 71,76 kilometer.
Wawan mengharapkan KA Kedungsepur bisa mendorong munculnya KA-KA komuter yang lainnya di masa yang akan datang, apalagi setelah proyek reaktivasi jalur Kedungjati-Ambarawa rampung pada 2015.
Berkaitan dengan nama Kedungsepur memang dipilih oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, karena nama tersebut merupakan kepanjangan Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi yang dilalui KA itu.
Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto menambahkan KA Kedungsepur itu menggunakan rangkaian KRDE kelas I atau setara dengan kelas eksekutif, tetapi tarifnya terjangkau.
"Selama dua bulan ke depan, kami menargetkan okupansi (tingkat keterisian penumpang, red.) sekitar 80 persen. Tarif pun masih promosi selama dua bulan ke depan, yakni hanya Rp15 ribu/orang," ujarnya.
Ia menjelaskan KA komuter merupakan KA yang melayani penumpang dengan rute langsung secara bolak-balik dalam suatu wilayah dengan jarak tidak lebih dari 100 km, berbeda dengan KA-KA lain.
"Komuter-komuter lain sudah ada di daops lain, semisal KA Prameks melayani rute Solo-Yogyakarta PP. Untuk KA Kedungsepur melayani jarak 71,76 km antara Weleri-Gubug dengan waktu tempuh 1,5 jam," pungkasnya.