Labrinth menyebut video klip tersebut bercerita tentang penerapan pengalaman dan kepribadian untuk menciptakan hal yang diidam-idamkan.

"Sama seperti kerja keras, dengan menambahkan sentuhan kreativitas, kita dapat membuat sesuatu yang unik banget," kata Labrinth.

General Manager Marketing Rolls-Royce Marc Mielau mengatakan pemikiran tersebut merefleksikan pengalaman unik personalisasi Bespoke yang bisa didapat para pelanggan Wraith.

Pelanggan bisa berkolaborasi bersama desainer dan seniman kelas dunia Rolls-Royce dalam menghasilkan ekspresi yang sesuai dengan gaya hidup dan selera personal.

"Perpaduan unik antara kekuatan, gaya, dan drama dari Wraith membuat Rolls-Royce berhasil meraih perhatian dari para pelanggan generasi baru yang berjiwa berani," kata Mielau.

Menurut dia, kolaborasi dengan seniman masa kini seperti Labrinth bertujuan untuk menampilkan Wraith sebagai sebuah interpretasi modern dari kemewahan Rolls-Royce yang tak lekang oleh waktu.

Mielau menjelaskan perhatian terhadap detail dan kerja keras yang terus diterapkan dalam menciptakan kesempurnaan, memastikan posisi Rolls-Royce tidak tergantikan di puncak kemewahan dan ekspresi sejati dari sebuah kesuksesan.

Lagu Labrinth yang berjudul Let it Be dapat disaksikan secara global melalui siaran televisi dan media online. Album barunya siap diluncurkan pada Desember 2014.

Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2024