"Semoga kualifikasi Raider yang telah kalian sandang dapat memberikan keyakinan dan berhasil memacu prajurit untuk senantiasa mengukir prestasi yang terbaik dalam setiap penugasan," katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Lodewijk Freidrich Paulus saat Penutupan Latihan Pembentukan Batalyon Raider 712/Wiratama Kodam VII/Wirabuana, di Kesatrian Daun Lumbung, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam tahun anggaran 2014, TNI Angkatan Darat telah merencanakan, menyiapkan, dan menyelenggarakan latihan pembentukan Batalyon Raider untuk tiga batalyon, yaitu Yonif 303/Setia Sampai Mati dan Yonif 509/Balawara Yudha dari kesatuan Kostrad serta Yonif 712/Wiratama dari Kodam VII/Wirabuana.
Menurut dia, latihan dilaksanakan lebih dari tiga bulan dengan titik berat pada taktik dan teknis khusus berupa operasi Raider, mobilitas udara, dan pertempuran jarak dekat, yang menjadi ciri khas pasukan Raider.
"Pembentukan Batalyon Raider bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit satuan tempur agar berkualifikasi Raider, sehingga mampu menghadapi perkembangan lingkungan strategis berdasarkan hakikat ancaman yang akan terjadi di seluruh penjuru Tanah Air," katanya.
Oleh karenanya, kata dia, prajurit Raider harus selalu siap siaga untuk digerakkan melaksanakan tugas kapanpun dan dimanapun, baik dalam rangka operasi militer perang maupun operasi militer selain perang, serta harus mampu beroperasi di segala bentuk medan dan cuaca dengan menggunakan unsur pendadakan.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam tahun anggaran 2014, TNI Angkatan Darat telah merencanakan, menyiapkan, dan menyelenggarakan latihan pembentukan Batalyon Raider untuk tiga batalyon, yaitu Yonif 303/Setia Sampai Mati dan Yonif 509/Balawara Yudha dari kesatuan Kostrad serta Yonif 712/Wiratama dari Kodam VII/Wirabuana.
Menurut dia, latihan dilaksanakan lebih dari tiga bulan dengan titik berat pada taktik dan teknis khusus berupa operasi Raider, mobilitas udara, dan pertempuran jarak dekat, yang menjadi ciri khas pasukan Raider.
"Pembentukan Batalyon Raider bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit satuan tempur agar berkualifikasi Raider, sehingga mampu menghadapi perkembangan lingkungan strategis berdasarkan hakikat ancaman yang akan terjadi di seluruh penjuru Tanah Air," katanya.
Oleh karenanya, kata dia, prajurit Raider harus selalu siap siaga untuk digerakkan melaksanakan tugas kapanpun dan dimanapun, baik dalam rangka operasi militer perang maupun operasi militer selain perang, serta harus mampu beroperasi di segala bentuk medan dan cuaca dengan menggunakan unsur pendadakan.