Layanan penanganan jantung RSUD Tulungagung raih penghargaan nasional

id Jantung koroner, masalah jantung, ring RSUD dr Iskak

Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo (kedua kanan) dan Direktur RSUD dr Iskak, Suprianto memegang penghargaan dalam bentuk menyerupai prasasti di Semarang, Jawa Tengah. (Foto Humas Pemkab Tulungagung)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Program Laskar ( Layanan Penanganan Masalah Jantung Koroner) yang dicanangkan RSUD dr Iskak Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sejak dua tahun lalu kembali meraih penghargaan terbaik nasional sebagai inovasi terbaik dalam hal pelayanan publik bidang kesehatan.

Direktur RSUD dr Iskak Kabupaten Tulungagung dr Suprianto, Sp.B, FINACS di Tulungagung, Sabtu, mengatakan penghargaan diperoleh pada acara "Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019" yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (18/7) malam.

Inovasi Laskar (Layanan Penanganan Masalah Jantung Koroner atau Sindrom Koroner Akut (Coronary Acute Syndrome) yang mengadopsi standar layanan terintegratif dan memanfaatkan kemajuan teknologi gawai di tengah era revolusi industri 4.0 itu, dinilai efektif dalam menekan risiko kematian para penderita jantung koroner.

Bahkan, dalam skala birokrasi. program layanan medis itu menjadikan Kabupaten Tulungagung secara kelembagaan administratif, dinilai mampu menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh masyarakat.

Ada dua kategori penghargaan dalam acara "Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019" yang dihadiri dr Suprianto bersama Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo tersebut, yakni kategori inovasi layanan publik yang sama sekali baru dan kategori inovasi pelayanan publik yang dipilih dan telah mewakili Indonesia di forum United Nations Public Service pada 23-26 Juni 2019.

Pada kategori pertama, Kemenpan-RB telah menyeleksi 3.156 proposal yang terdaftar, disaring menjadi 1.627 yang lolos seleksi administrasi sebelum ditetapkan sebagai 99 Top Inovasi Award, hingga akhirnya menyisakan 45 nomine setelah melalui penilaian wawancara dan presentasi.

"Tulungagung menerima penghargaan kategori kedua, yakni sebagai delegasi Indonesia di forum United Nations Public Service pada tanggal 23-26 Juni 2019," katanya.

Atas penghargaan itulah, Supriyanto berharap, hal itu bisa meningkatkan inovasi pelayanan publik kepada masyarakat Tulungagung, salah satunya dengan membangun sistem yang menjamin keberlanjutan program agar berkembang.

"Membuat inovasi bisa dibilang gampang. Tetapi yang sulit adalah menjaga 'suistanable' (keberlanjutan)," katanya.

Di lingkup RSUD dr Iskak Kabupaten Tulungagung, kreativitas menciptakan inovasi telah berjalan dinamis. Bahkan, saat ini rumah sakit pelat merah itu telah mampu menjadi penyangga layanan publik untuk masyarakat setempat dan Jawa Timur bagian barat daya.

“Bahkan untuk kardiologi (jantung) nyaris semua masyarakat Jawa Timur bagian barat berobat ke sini," ujarnya.

Layanan jantung di rumah sakit itu, bahkan telah terkenal hingga luar provinsi, seperti pasien asal Kalimantan yang jauh-jauh berobat ke Tulungagung karena pada prinsipnya masyarakat akan mencari layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau

Menurut  Supriyanto, ada dua hal yang menjadi pertimbangan pasien dalam memilih lembaga kesehatan, yakni akses keuangan dan jarak.

RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung terbukti sukses memenuhi dua aspek itu, dengan peningkatan profesionalitas manajemen untuk memberi layanan gratis kepada masyarakat kurang mampu.

"Semua warga Tulungagung dijamin bisa mengakses layanan kesehatan tanpa memikirkan biaya,” katanya.

Rumah sakit tersebut juga terus menambah kapasitas rawat inap hingga 50 persen dengan membangun gedung lima lantai.

Inovasi layanan tersebut juga telah diadopsi Kementerian Kesehatan dan Kemenpan RB untuk diterapkan di rumah sakit di seluruh Indonesia.

“Kuncinya harus selalu inovatif, kreatif, dan berjiwa 'enterpreneurship' (kewirausahaan),” katanya. 

Baca juga: Inovasi laskas rsud Tulungagung diapresiasi dunia internasional
Baca juga: Cari "pelampiasan" sehat agar jauh dari penyakit jantung
Baca juga: Waspada, usia 30-an kini rentan terkena penyakit jantung

Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar