MUI: video murid SMK Bulukumba tercela

id video SMK Bulukumba,MUI video SMK Bulukumba

Ilustrasi media sosial (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas mengatakan pembuatan video tak senonoh siswa-siswi SMK Bulukumba, Sulawesi Selatan, sebagai perbuatan tercela secara agama dan juga budaya Indonesia.

"Astaghfirullaaah. Yang mereka lakukan ini jelas-jelas merupakan sebuah perbuatan tercela, tidak hanya tercela dalam kaca mata agama tapi juga dalam kaca mata budaya kita sebagai bangsa Indonesia," kata Buya Anwar saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

Dia mengatakan video yang direkam melalui telepon seluler dengan adegan layaknya hubungan suami istri itu harus menjadi perhatian guru, orang tua dan masyarakat. Pemerintah juga harus serius dalam membuat kebijakan karena saat ini nyaris semua anak di Indonesia memiliki ponsel dan mengakses internet.

Melalui internet, kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, anak dapat melihat hal-hal yang tidak pantas diihat sehingga dapat mendorong mereka meniru dan melakukan hal-hal serupa.

"Untuk itu kami mengimbau pemerintah mengerahkan para ahli yang ada di negeri ini untuk bisa menghilangkan gambar-gambar dan hal-hal berupa pornografi dan pornoaksi yang ada dalam dunia maya yang bisa diakses tidak saja oleh anak-anak tapi juga oleh orang dewasa," kata dia.

Anwar mengatakan siapapun tentu tidak mau Indonesia dan generasinya rusak dan dirusak oleh kehadiran teknologi yang ada. Tidak ada gunanya menjadi negara dan bangsa maju kalau akhlak serta moral warganya rusak, memprihatinkan dan bermasalah.

"Untuk itu, di samping kita harus berusaha dan berjuang dengan sekuat tenaga bagi menciptakan bangsa ini menjadi bangsa yang maju kita juga harus berusaha dan berjuang untuk membuat bangsa ini menjadi bangsa yang beradab dan berakhlak mulia," kata dia.

Baca juga: Pelaku mesum di sekolah harus ditindak

Baca juga: Pelajar Bulukumba dalam video viral di medsos sudah dinikahkan

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar