Menhub tinjau pengoperasian kereta Bandara Soekarno-Hatta

id kereta bandara,menhub,bandara soekarno-hatta

Menteri Perhbungan Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian kereta Bandara Soekarno Hatta di Stasiun batu ceper, Tangerang. (ANTARA News/Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis, meninjau pengoperasian kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Stasiun Sudirman Baru menggunakan kereta inspeksi.

Menhub Budi Karya mengatakan kunjungan meninjau jalur kereta bandara ini merupakan yang keempat kalinya, namun pertama kalinya pada Kamis, kereta dioperasikan melewati jalur baru dari Batu Ceper menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Ini sudah keempat kali cek ke sini karena kita ingin yang dioperasikan harus layak, tentu ada yang kurang tapi dari hari ke hari harus improve, terus perbaiki," kata Budi di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta.

Menhub Budi Karya tiba di Stasiun Sudirman Baru sekitar pukul 11.00 WIB. Ia pun melakukan simulasi pembelian tiket melalui mesin tiket otomatis.

Dari pantauan Antara, proses cetak tiket membutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima menit karena harus memilih asal stasiun dan tujuan kemudian mengisi biodata, seperti nama, nomor handphone dan email.

Pembayaran hanya bisa dilakukan non tunai, bisa dengan kartu kredit, debit dan kartu elektronik. Di mesin cetak tiket tersebut disediakan mesin EDC untuk pembayaran.

Namun, proses pembayaran tidak selesai karena kendala koneksi sehingga tiket tidak berhasil dicetak.

Menhub dan rombongan pun menuju peron untuk bersiap menaiki kereta inspeksi. Perjalanan sampai Batu Ceper ditempuh selama 20 menit.

Ada pun total panjang jalur KA Bandara dari Stasiun Sudirman Baru adalah 30 kilometer, sedangkan dari jalur baru (new track) Batu Ceper menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 12 kilometer. Waktu tempuh dari Sudirman Baru ke Stasiun Bandara diperkirakan 45 menit.

Kereta Bandara resmi beroperasi pada 1 Desember 2017 dari Stasiun Sudirman Baru sampai Stasiun Bandara Soetta dengan tarif promo sementara Rp30 ribu yang berlaku sampai 31 Desember 2017.

"Soal tarif ada dua tahap. Pertama ditentukan sebesar Rp30 ribu sampai 31 Desember, sambil sosialisasi berapa tarif ke depan, yaitu Rp100 ribu," ungkap Budi.


Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar