22 juta warga negara Indonesia sudah vaksin COVID-19 melalui Polri

id vaksinasi covid-19, serbuan vaksinasi polri, mabes polri

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tinjau serbuan vaksinasi dan bakti sosial dalam rangka Bakti 27 Tahun Pengabdian Akpol 1994 di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak Februari-September 2021 telah mendistribusikan 36.729.982 dosis vaksin, dengan jumlah orang yang sudah divaksin COVID-19 sebanyak 22.006.078 orang.

"Polri bersama TNI mendapat amanah langsung dari Presiden Jokowi untuk mendukung program penanganan COVID-19 termasuk program vaksinasi nasional, tidak hanya sisi pengamanan stok maupun distribusi vaksin, Polri-TNI membantu melaksanakan serbuan vaksinasi," kata Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Pol Imam Sugianto dalam keterangan pers kedatangan 1,8 juta dosis vaksin COVID-19 disiarkan melalui kanal YouTube Sektretaris Presiden, Selasa.

Imam menjelaskan, guna mendukung serbuan vaksinasi, Polri menurunkan personelnya sebagai tenaga vaksinator sebanyak 5.371 personel dengan Gerai Presisi sebanyak 2.105 gerai.

Baca juga: Kapolri minta jajarannya akomodir antusiasme masyarakat untuk vaksin

Gerai Presisi merupakan gerai vaksinasi COVID-19 yang didirikan Polri di setiap satuan kepolisian mulai dari tingkat polsek, polres hingga polda.

Menurut Imam, pelaksanaan vaksinasi nasional yang didukung TNI-Polri telah memvaksin sekitar 73 juta warga negara Indonesia.

"Artinya sekitar 53 persen dari target atau sasaran vaksinasi berjumlah 208 juta penduduk untuk bisa membangun 'herd immunity," kata Imam.

Imam menambahkan, perlu diupayakan kerja keras lagi untuk bisa meningkatkan percepatan dan perluasan vaksinasi khususnya untuk kelompok umur lansia dan remaja.

Baca juga: Kapolri minta jajaran gelorakan slogan pakai masker-vaksinasi

Untuk melakukan hal itu, kata dia, Polri dan TNI melakukan sejumlah program, serbuan vaksin, vaksinasi merdeka, dan vaksinasi 'mobile', dan bekerja sama dengan 'stakeholders' terkait seperti, universitas, pondok pesantren, tempat ibadah, dan komunitas.

"Selain vaksinasi, yang tidak boleh dilupakan adalah disiplin protokol kesehatan, dengan menjalankan protokol kesehatan terutama memakai masker dan menjalani aturan PPKM yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Imam.

Imam menambahkan, semua bisa dilakukan jika segenap bangsa Indonesia bersatu, berusaha dan berjuang bersama-sama bergotong royong menangani pandemi COVID-19.

Baca juga: Kapolri ajak Ponpes bahu-membahu tanggulangi COVID-19

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar