PDIP apresiasi Megawati terima gelar profesor kehormatan dari Unhan

id PDIP, apresiasi, gelar profesor kehormatan, Megawati Soekarnoputri, Universitas Pertahanan

Megawati Soekarnoputri saat menerima gelar doktor honoris causa dari Fujian Normal University (FNU), Tingkok, pada tanggal 5 November 2018. ANTARA/HO-PDIP/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang juga mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan mengapresiasi rencana Universitas Pertahanan mengukuhkan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) untuk presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Hasto dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Megawati, Indonesia bisa menghadapi krisis multidimensi yang pada akhirnya bisa bangkit dan mendapat kepercayaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kepemimpinan Megawati, menurut dia, sangat kuat dan penuh tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Megawati diakui mampu membawa Indonesia keluar dari krisis multidimensi dan mendapat pengakuan dari dalam dan luar negeri.

Selain itu, kepemimpinan Megawati juga menghadirkan rekonsiliasi nasional, tidak ada dendam terhadap masa lalu, dan melarang untuk menghujat Soeharto karena kesadaran pentingnya melihat masa depan.

"Atas kiprah kepemimpinannya selama ini, Ibu Megawati tercatat telah menerima sembilan gelar doktor honoris causa dari dalam dan luar negeri," kata Hasto.

Megawati, kata Hasto, memiliki jejak kepemimpinan yang kuat dimulai sejak menjadi anggota MPR/DPR RI, Wakil Presiden RI, hingga menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia.

Baca juga: Unhan akan berikan gelar profesor kehormatan kepada Megawati

Melalui keputusan Megawati saat di pemerintahan, melahirkan sejumlah lembaga/institusi negara, antara lain Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Ibu Megawati telah meletakkan fondasi yang kuat bagi tata negara dan tata pemerintahan dengan tradisi demokrasi yang baik. Pemilu di bawah kepemimpinan beliau, anggaran sangat efektif dan dikenal sangat demokratis," ucap Hasto.

Hasto mengatakan bahwa Megawati memimpin PDIP pada era Orde Baru yang penuh penindasan yang puncaknya peristiwa 27 Juli 1996. Saat ini Megawati membawa PDIP menjadi partai pemenang pemilu dan berhasil mengantarkan kadernya, Jokowi, menjadi presiden 2 periode.

"Kami meyakini rencana Unhan memberi gelar profesor kehormatan kepada Ibu Megawati tidaklah mendadak, tetapi telah melakukan kajian sejak lama, termasuk berbagai karya ilmiah dan pidato Ibu Megawati, baik di dalam maupun di luar negeri," kata Hasto.

Politikus asal Yogyakarta ini mengatakan bahwa Megawati juga memiliki peran yang unik dalam upaya mendamaikan konflik di Semenanjung Korea. Megawati selalu diterima dengan baik oleh kedua pemimpin kedua negara tersebut.

"Ibu Megawati sering diundang di forum-forum internasional menjadi pembicara kunci. Kehadiran beliau di forum internasional dan gelar doktor kehormatan yang diberi merupakan bukti pengakuan akademik dalam kepemimpinan strategik," kata Hasto.

Sebelumnya, Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian menerangkan bahwa pada hari Jumat (11/6) Unhan akan melakukan sidang senat terbuka Universitas Pertahanan dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI kepada Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Megawati terima doktor kehormatan, PDIP perkuat gerakan kemanusiaan

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar