Kemarin, tidak "tebang pilih" vaksin COVID hingga moratorium izin TKA

id vaksin COVID-19,humaniora kemarin,kementerian kesehatan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin seusai menghadiri Acara Gebyar Vaksinasi Lansia Se-Jawa Barat di Rumah Sakit Otto Iskandar Dinata Soreang Kabupaten Bandung, Selasa (18/5/2021). ANTARA/Ajat Sudrajat

Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora kemarin yang menarik perhatian dan layak untuk dibaca pagi ini, di antaranya Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tidak "tebang pilih" vaksin, moratorium izin tenaga kerja asing (TKA) masih berlaku, Presiden berharap vaksinasi bisa mencakup 70 juta warga pada September 2021, dan cara mencegah lonjakan kasus COVID-19 setelah Idul Fitri.

Kemenkes imbau masyarakat tidak "tebang pilih" vaksin

Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat agar tidak "tebang pilih" jenis vaksin yang kini diedarkan pemerintah di masyarakat, sebab Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan seluruhnya aman.

"Jadi, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu-ragu mengikuti program vaksinasi," katanya saat memberikan pemaparan pada Dialog Produktif Selasa Tangguh yang disiarkan secara virtual oleh Kementerian Kesehatan dan dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.

Kemnaker pastikan moratorium izin TKA masih berlaku

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan pemerintah tetap melakukan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia dengan moratorium izin TKA baru masih berlaku sampat saat ini.

"Berdasarkan Surat Edaran Nomor M/3/HK.04/II/2021 tentang Pelayanan Penggunaan Tenaga Kerja Asing dalam Upaya Pencegahan masuknya Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), maka untuk sementara proses pelayanan penggunaan TKA untuk permohonan baru masih dihentikan," kata Kepala Biro Humas Kemnaker Chairul Fadhly Harahap dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Presiden berharap vaksinasi bisa mencakup 70 juta warga pada September

Presiden Joko Widodo berharap setelah pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong bagi pekerja vaksinasi COVID-19 bisa mencakup sedikitnya 70 juta warga pada September 2021.

"Kita berharap bulan Agustus atau maksimal September sudah mencapai jumlah kurang lebih 70 juta yang divaksin," katanya saat meninjau pelaksanaan program Vaksinasi Gotong-Royong di kompleks PT Unilever Indonesia Tbk di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa.

Menkes sebut 2,8 juta lansia telah divaksinasi COVID-19

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga saat ini sebanyak 2,8 juta penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia telah divaksinasi COVID-19 dari target yang ditetapkan yakni sebanyak 21,6 juta lansia.

"Sampai saat ini baru 2,8 juta lansia yang sudah disuntik vaksin. Untuk lansia memang agak susah. Bandingkan dengan vaksinasi tenaga publik dari target 17,6 juta, sekarang sudah tercapai 15 juta," katanya seusai menghadiri acara Gebyar Vaksinasi Lansia Se-Jawa Barat di Rumah Sakit Otto Iskandar Dinata Soreang Kabupaten Bandung, Selasa.

Data sementara, 264 pemudik positif COVID-19, sebut satgas

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa berdasarkan data sementara dari pelaksanaan Operasi Ketupat per tanggal 15 Mei 2021, terdapat sedikitnya 264 pemudik Lebaran 2021 yang positif COVID-19.

"Berdasarkan laporan pelaksanaan Operasi Ketupat per 15 Mei 2021, ada sebanyak 419.969 kendaraan diputar balik. Sedangkan untuk testing dilaksanakan 77.068 kali, 264 di antaranya positif COVID-19," katanya dalam konferensi pers virtual yang diikuti di Jakarta, Selasa.

PAEI: Tujuh cara cegah lonjakan kasus COVID-19 setelah Idul Fitri

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Pius Weraman, M.Kes menganjurkan tujuh cara yang perlu dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 setelah libur Idul Fitri.

"Upaya lebih lanjut setelah libur Idul Fitri perlu dilakukan untuk mencegah terjadi lonjakan kasus," kata Pius Weraman kepada ANTARA di Kupang, Selasa.

***3***
 

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar