Polri imbau petugas gabungan TNI-Polri bersinergi satgas COVID-19 desa

id Kulon Progo,Kabarhakam Polri,mudik,larangan Mudik 2021,penyekatan kulon progo,mudik kulon progo

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto meninjau Posko PPKM Skala Mikro Desa Triharjo, Kecamatan Wates. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto mengimbau agar petugas gabungan baik TNI-Polri maupun satuan tugas COVID-19 tingkat desa di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mampu bersinergi untuk menyukseskan program larangan mudik Lebaran 2021 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Apa yang sudah dilakukan sudah sangat baik dan juga dari awal memang kami sudah berupaya mengantisipasi dalam pelaksanaan larangan mudik Lebaran ini. Kondisi ini bisa terus ditingkatkan untuk menjadi pelopor dan contoh bagi provinsi lain," kata Arief Sulistyanto saat meninjau posko PPKM mikro Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Minggu.

Pada periode larangan mudik Lebaran tahun ini, Kabaharkam Polri meninjau sejumlah pos penyekatan maupun pengamanan di wilayah DIY. Salah satunya adalah posko PPKM mikro di Kecamatan Wates dan posko penyekatan di wilayah Kecamatan Temon.

"Kami melakukan pengecekan di wilayah Kulon Progo baik pos-pos pengamanan dalam rangka hari raya Idul Fitri, kemudian pos penyekatan. Saat ini saya di posko PPKM di Desa Triharjo, Kecamatan Wates. Alhamdulillah dari laporan kepala posko penyekatan semuanya dalam keadaan aman, tidak ada kegiatan yang menonjol, masyarakat pemudik tidak ada. Hanya rakyat lokal. Begitu juga di PPKM berskala mikro Desa Triharjo," katanya pula.

Ia mengatakan berdasarkan pemantauan di Pos Penyekatan Temon, kendaraan yang berlalu-lalang didominasi oleh kendaraan logistik. Masyarakat dinilai mematuhi anjuran pemerintah pusat untuk tidak mudik.

"Itu kendaraan logistik dan kendaraan petugas. Secara umum arus kendaraan dalam kondisi di bawah normal. Artinya, apa yang menjadi peraturan pemerintah dipatuhi oleh sebagian besar masyarakat. Ini yang jadi apresiasi kami kepada seluruh masyarakat," katanya lagi.

Kondisi tersebut diharapkan oleh Arief terus berlanjut hingga periode setelah Idul Fitri 1442 Hijriah. Pandemi COVID-19 yang belum usai di wilayah Indonesia, sehingga masyarakat diharapkan tidak lalai akan potensi bahaya virus tersebut.

"Nanti juga pada saat pasc-Idhul Fitri, kondisi tetap seperti ini bisa dipertahankan. Pandemi COVID-19 ini bukan sesuatu yang boleh disepelekan. Kita semua harus mewaspadai dan mengantisipasi diri kita dan keluarga kita dari paparan COVID-19," kata Arief.

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto meninjau Posko Penyekatan di Kecamatan Temon bersama Forkompimda Kulon Progo. (ANTARA/Sutarmi)

Sebelumnya, Kasubbag Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan Polres Kulon Progo menurunkan sebanyak 295 personel gabungan yang ditugaskan mengamankan jalannya Operasi Ketupat 2021 yang mulai diterapkan 6-17 Mei 2021 mendatang.

Personel dibagi ke empat pos pengamanan (pospam), di antaranya Pospam Pasar Baru Sentolo sebanyak 33 personel dan Pospam perbatasan wilayah di Kapanewon Temon sebanyak 60 personel serta pos pelayanan (posyan) yang melakukan pengawasan di tempat wisata, yakni Posyan Glagah sebanyak lima personel dan Posyan Kalibiru sebanyak empat personel.

"Kami berharap masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, dengan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak," katanya pula.
Baca juga: Jumlah penumpang yang datang di Bandara YIA Kulon Progo naik 58 persen
Baca juga: AP I akan batasi jam operasional Bandara Internasional Yogyakarta


Pewarta : Sutarmi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar