Noel Clarke diduga lakukan kekerasan seksual di set "Doctor Who"

id Noel Clarke, Doctor Who,Pelecehan hollywood

Aktor Noel Clarke. (IMDB)

Jakarta (ANTARA) - Salah satu pemeran dari serial TV populer di Inggris "Doctor Who" yaitu Noel Clarke diduga melakukan kekerasan seksual kepada beberapa rekan kerjanya di lokasi syuting.

Fakta mengejutkan itu menyusul banyaknya korban kekerasan seksual dari Noel yang angkat bicara dan melaporkan kejadian itu pada minggu lalu.

Melansir Hollywood Reporter, Sabtu, kejadian yang tidak senonoh yang pernah dilakukan oleh aktor pemenang penghargaan BAFTA itu ialah kekerasan seksual atau pun sentuhan tidak pantas kepada beberapa pekerja di lokasi syuting "Doctor Who".

Salah seorang korbannya bernama Joanne Hayes yang pada 2004 berperan sebagai asisten kostum untuk musim pertama "Doctor Who", mengaku telah dilecehkan di mobil trailer sang aktor.

Ia dilecehkan karena memiliki rambut panjang dan aktor itu menyebut rambut Joanne merupakan salah satu fitur tubuh yang disukai Noel saat melakukan perlakuan tidak senonoh itu.

Korban lainnya yang tidak mau disebutkan namanya bekerja sebagai sopir di lokasi syuting "Doctor Who". Ia menyebutkan Noel Clarke telah menyentuhnya secara tidak sopan saat ia mengantarkan aktor berusia 45 tahun itu ke lokasi syuting.

Noel pun disebutkan mengajak korban untuk melakukan hubungan intim ke hotel, korban pun tak tahan dan akhirnya meminta pekerjaan lain kepada Asisten Sutradara.

Korban ketiganya merupakan wanita yang juga mantan asisten di lokasi syuting "Doctor Who".

Ia dan rekan kerjanya pernah mendapatkan kekerasan seksual di sebuah bar hotel pertengahan tahun 2000, saat menolak keduanya mendapatkan perbuatan tidak menyenangkan dan Noel menjadi agresif hingga berujung pada rumor tidak sedap yang disebar oleh aktor itu saat syuting berlangsung.

Dari ketiga kasus pelecehan seksual yang terkait dengan serial "Doctor Who" itu, pihak Noel Clarke yang diwakilkan pengacaranya masih tidak mengaku dan membantah telah melakukan perbuatan itu.

Juru bicara BBC pun mengatakan pihaknya terkejut mengetahui fakta itu terjadi dalam pembuatan serial drama miliknya.

Mereka pun mengatakan akan menolak dan menindaklanjuti tindakan yang tidak pantas seperti pelecehan seksual itu.

"Kami akan menginvestigasi fakta- fakta yang telah ditujukan kepada BBC, dan jika ada saksi atau korban yang mengalami kejadian tidak senonoh itu kami harap mereka mau segera melaporkannya pada kami. Kami tidak menolerir perbuatan semacam itu. Tentu itu harus diproses untuk memastikan komplain atau pun masalah ditangani dengan serius," ujar perwakilan BBC.

Baca juga: Aktris "Game of Thrones" gugat Marilyn Manson atas pemerkosaan

Baca juga: Sutradara "Bohemian Rhapsody" dituduh lakukan pelecehan seksual

Baca juga: Penuduh Weinstein lega, senang atas dakwaan pemerkosaan

 

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar