IHSG akhir pekan merosot, tertekan kekhawatiran naiknya COVID global

id IHSG,Bursa,Saham

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan terkoreksi seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap meningkatnya kasus COVID-19 global.

IHSG ditutup melemah 41,93 poin atau 0,7 persen ke posisi 5.928,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 8,22 poin atau 0,93 persen ke posisi 880,72.

"Hari ini IHSG ditutup terkoreksi meskipun pergerakan bursa global dan rilis data ekonomi dalam negeri sendiri cenderung membaik. Kami perkirakan memang secara teknikal IHSG masih memiliki sedikit ruang koreksi dan kalau dari sisi sentimen yaitu meningkatnya kasus COVID global sehingga menyebabkan beberapa negara, bahkan negara tetangga kita kembali menerapkan lockdown," kata Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana di Jakarta, Jumat.

Namun, lanjut Herditya, kabar baiknya secara teknikal diperkirakan pergerakan IHSG tersebut sudah berada di akhir koreksinya.

Baca juga: IHSG Jumat dibuka menguat 17,09 poin

Dibuka menguat, IHSG hanya bertahan di zona hijau pada satu jam pertama perdagangan. IHSG kemudian menghabiskan waktu di teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 1,02 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor barang baku masing-masing minus 0,92 persen dan minus 0,9 persen. Sedangkan satu sektor naik yaitu sektor kesehatan sebesar 0,45 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp146,62 miliar.

Baca juga: Saham Hong Kong merosot, tertekan teknologi dan ketegangan China-Barat

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 970.525 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,42 miliar lembar saham senilai Rp8,7 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 308 saham menurun, dan 161 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 26,4 poin atau 0,09 persen ke 29.357,8, indeks Hang Seng turun 26,8 poin atau 0,09 persen ke 28.610,7, dan Indeks Straits Times meningkat 26,76 poin atau 0,84 persen ke 3.199,76.

Baca juga: Saham Eropa cetak rekor tertinggi, terkerek Adidas dan ekonomi Jerman

Baca juga: Rupiah akhir pekan menguat, ditopang pemulihan ekonomi AS

 

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar