Dinas NTT terbitkan izin investor Dubai produksikan cendana di Timor

id NTT, DPMPTSP, investasi asing, tanaman cendana

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat sedang menanam pohon cendana saat peluncuran kampung cendana di Desa Bolok, Kabupaten Kupang NTT, Selasa (26/11/2019). ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Timur menerbitkan izin investasi asing untuk memproduksi tanaman cendana di Pulau Timor.

"Izin investasi asing untuk pengembangan cendana sudah kita proses dengan cepat dan kelanjutannya masih menunggu investor yang belum bisa ke NTT karena pandemi COVID-19," kata Kepala DPMPTSP NTT Marsianus Djawa di Kupang, NTT, Rabu.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kegiatan penanaman modal asing (PMA) di NTT dan dukungan pemerintah provinsi.

Marsianus menjelaskan investasi untuk pengembangan tanaman cendana di Pulau Timor adalah salah satu investasi asing yang masuk ke NTT pada 2021 selain investasi pariwisata serta listrik.

Investasi cendana, kata dia, dilakukan investor dari Dubai dengan sasaran lokasi di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

"Kita berharap pandemi ini segera selesai sehingga investornya bisa datang ke NTT untuk memulai kegiatannya," katanya.

"Dari sisi dokumen perizinan, Bapak Gubernur (Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat) sudah memerintahkan agar cepat diurus dan sudah kami siapkan," katanya.

Marsianus menambahkan Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong pertumbuhan investasi untuk kemajuan perekonomian daerah sekaligus untuk pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 yang saat ini masih berlangsung.

Pemerintah provinsi, lanjut dia, siap memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin berinvestasi berupa pengurusan izin secara cepat dan tanpa dipungut biaya.

DPMPTSP NTT mencatat nilai PMA dan penanaman modal dalam negeri (PMDM) yang terealisasi di NTT pada Januari-Maret 2021 sebesar Rp1,013 triliun.

Sementara pada 2020, realisasi nilai PMA Rp381 miliar, sedangkan PMDN sebesar Rp3,9 triliun.

Baca juga: Perusahaan Korea Selatan berinvestasi bangun PLTMH di Flores
Baca juga: MenPAN-RB minta Pemkab Manggarai Barat permudah izin investasi
Baca juga: BI sebut pariwisata peluang emas NTT, tarik investasi Rp37,18 triliun

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar