Wamenkeu sebut pendapatan negara kuartal I 2021 tumbuh 0,6 persen

id Pendapatan negara,Belanja negara,Pajak

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (12/10/2020). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan pendapatan negara kuartal I 2021 tumbuh 0,6 persen (yoy) yaitu dari Rp376,4 triliun pada periode sama 2020 menjadi Rp378,8 triliun.

Suahasil menuturkan realisasi pendapatan negara tersebut merupakan 21,7 persen dari target dalam APBN yaitu sebesar Rp1.743,6 triliun.

“Utamanya dilihat penerimaan pajak masih 5,6 persen lebih rendah dari tahun lalu tapi kepabeanan dan cukai ada peningkatan sebesar 62,7 persen dan sudah terkumpul Rp62,3 triliun dibandingkan 2020 Rp18,6 triliun,” katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA secara daring di Jakarta, Kamis.

Suahasil merinci untuk komponen pendapatan negara yaitu penerimaan pajak hingga akhir Maret 2021 mengalami kontraksi 5,6 persen (yoy) yaitu realisasinya adalah sebesar Rp228,1 triliun atau 18,6 persen dari target Rp1.229,6 triliun.

Ia menjelaskan kontraksi yang terjadi pada penerimaan pajak ini dilatarbelakangi oleh adanya transaksi yang tidak berulang dibandingkan tahun lalu serta pemanfaatan insentif fiskal seperti restitusi dipercepat.

Kemudian untuk penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Maret 2021 adalah sebesar Rp62,3 triliun atau 29 persen dari target dalam APBN yaitu Rp215 triliun dan mengalami kenaikan 62,7 persen (yoy).

Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai meliputi bea masuk yang mengalami kontraksi 3,6 persen karena permintaan domestik belum maksimal dibanding periode sama tahun lalu terutama pada sektor perdagangan, konstruksi, pertambangan, dan penggalian.

Untuk cukai tumbuh hingga 70,1 persen didorong oleh pertumbuhan cukai hasil tembakau (CHT) yang dipengaruhi limpahan pelunasan kredit pita cukai dari 2020 ke 2021.

Untuk bea keluar turut tumbuh 534,8 persen yang didorong oleh komoditi tembaga dan produk kelapa sawit.

Sementara untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah telah terkumpul Rp88,4 triliun atau 29,6 persen dari target Rp299,1 triliun dan terkontraksi 8,4 persen (yoy) karena harga SDA belum setinggi tahun lalu.

Baca juga: Sri Mulyani sebut korupsi hambat RI jadi negara berpendapatan tinggi
Baca juga: Menkeu ungkap belanja negara Februari 2021 tumbuh 1,2 persen
Baca juga: DJP dan KPK kerja sama optimalisasi penerimaan negara

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar