Pengamat: Kepemimpinan Gus AMI mampu solidkan PKB

id PKB,Muhaimin Iskandar,pengamat politik

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. ANTARA/Fauzi Lamboka.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarak menilai selama Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai tersebut semakin solid dan tren perolehan suara semakin positif.

Dia menilai ada beberapa hal yang menunjukkan tren PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin positif.

"Pertama, dari segi perolehan suara, sejak Pemilu 2014, posisi PKB semakin diperhitungkan. Suaranya PKB naik signifikan dibanding sebelumnya saat didera konflik," kata Zaki dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Presiden Jokowi harap PKB tidak kendor semai nilai moderat

Dia mengatakan, tren positif itu terlihat kembali dalam survei terbaru Charta Politica beberapa waktu lalu, yaitu PKB berada dalam posisi 3 besar.

Namun dia menilai perkembangan tersebut tidak boleh membawa PKB terlena karena situasi berjalan sangat dinamis, mudah terjadi perubahan.

Kedua menurut Zaki, selama periode kepemimpinan Muhaimin Iskandar, PKB menjadi semakin solid dibanding masa-masa sebelumnya yang sarat konflik. Dia menilai beberapa potensi konflik bisa diatasi Muhaimin Iskandar, sehingga tidak meruncing dan berdampak serius.

"Memang tidak semua pihak terpuaskan, tapi hal ini tentunya wajar, fenomena yang terjadi di semua Parpol," ujarnya.

Ketiga, Zaki mengatakan, jika dicermati tren positif PKB memang tidak bisa dipisahkan dari strategi dan kepemimpinan Muhaimin Iskandar yang lebih kreatif.

Dia mencontohkan pada Pemilu 2014, Gus AMI menggandeng musisi Ahmad Dhani dan Haji Rhoma Irama yang ternyata dampak elektoralnya luar biasa.

"Muhaimin juga cukup berhasil dalam menjaga hubungan baik dengan NU, dengan para kiai dan santri. Sekaligus pintar merangkul kaum milenial yang jumlahnya sangat besar," katanya.

Keempat menurut dia, PKB berhasil dalam memposisikan dirinya sebagai kekuatan religius yang nasionalis dengan mengintegrasikan wawasan keagamaan dan kebangsaan dan sebagai pengusung moderatisme beragama.

"Berada di titik spektrum tengah. Jika mampu dijaga secara konsisten, hal ini akan menjadi poin positif bagi PKB kedepannya yang membedakan dengan parpol-parpol lainnya," ujarnya.

Baca juga: Ketum PKB minta Presiden Jokowi perhatikan kesehatan santri
Baca juga: Anggota DPR: Program SIPP strategis cegah perilaku koruptif


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar