Komnas KIPI: Kejadian ikutan pasca-imunisasi di Sulut tergolong ringan

id vaksin astrazeneca,kejadian ikutan pasca-imunisasi,Komnas KIPI

Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 ke lengan tenaga kesehatan di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (5/2/2021). (ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyatakan bahwa kejadian ikutan pasca-imunisasi menggunakan vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca di Sulawesi Utara (Sulut) tergolong ringan dan merekomendasikan imunisasi menggunakan produk vaksin tersebut dilanjutkan.

Ketua Komnas KIPI Prof. Hindra Irawan Satari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa kajian sudah dilakukan terhadap kejadian ikutan pasca-imunisasi yang terjadi di Sulut.

Menurut kajian, kejadian ikutan pasca-imunisasi yang terjadi di Sulut tergolong ringan serta tidak berlangsung lama, dan sebagian kecil berkaitan dengan kecemasan peserta vaksinasi.

"Ada empat orang yang diobservasi, di mana rupanya terkait kecemasan. KIPI itu tidak selalu berkaitan dengan kandungan vaksin, namun bisa juga berkaitan kecemasan, faktor biopsikososial, sehingga hampir semuanya sudah sembuh yang dilaporkan itu," kata Hindra.

"Kami keluarkan rekomendasi bahwa vaksin ini dapat diteruskan dalam program imunisasi nasional di Sulawesi Utara," ia menambahkan.

Komnas KIPI, menurut dia, belum mendapat laporan mengenai kejadian ikutan pasca-imunisasi akibat penggunaan vaksin AstraZeneca di daerah yang sudah menggunakan produk vaksin tersebut seperti Jawa Timur dan Bali.

"Di Jatim dan Bali barangkali sasarannya lain. Karena kami belum ada laporan, jadi kami belum mengadakan kajian secara khusus di Jatim dan Bali," kata Hindra.

Dia mengatakan bahwa Komnas KIPI secara berkala akan melakukan kajian terhadap kejadian ikutan pasca-imunisasi yang dilaporkan.

Baca juga:
BPOM: Vaksin AstraZeneca aman dan dapat ditoleransi baik
Kejadian ikutan pasca-imunisasi COVID-19 hanya lima per 10 ribu vaksinasi

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar