Menlu India kunjungi Bangladesh di tengah krisis repatriasi Rohingya

id Menteri Luar Negeri India SJaishankar,pengungsi rohingya,krisis repatriasi rohingya,bangladesh

Anggota angkatan laut Bangladesh memeriksa para warga Rohingya sebelum mereka naik ke kapal untuk pindah ke Pulau Bhasan Char di Chattogram, Bangladesh, Selasa (29/12/2020). REUTERS/Mohammad Ponir Hossain/nz/cfo

New Delhi/Dhaka (ANTARA) - Menteri Luar Negeri India S Jaishankar tiba di Bangladesh pada Kamis, menjelang kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi, di tengah upaya untuk membahas nasib 81 pengungsi Rohingya yang berada di atas kapal yang terapung-apung di perairan internasional.

Menlu Jaishankar akan mengadakan pembicaraan dengan mitranya dari Bangladesh tentang pembagian air, serta perdagangan dan masalah perbatasan, kata dua pejabat India di New Delhi.

"Tentu saja, masalah pengungsi Rohingya akan muncul selama kunjungan sehari menteri India, tetapi agenda utama akan tetap mengenai kunjungan Modi yang akan datang," kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri, yang berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk berbicara ke media.

Pada Februari, penjaga pantai India menyelamatkan 81 warga Muslim Rohingya yang kapalnya hanyut di Laut Andaman selama lebih dari dua minggu setelah mereka meninggalkan Bangladesh. Delapan orang di kapal itu meninggal karena dehidrasi.

Saat ini, lebih dari satu juta pengungsi Rohingya dari Myanmar, negara yang penduduknya mayoritas beragama Buddha, tinggal di negara itu.

Nasib para pengungsi masih belum jelas karena India, sejauh ini, tidak mengizinkan mereka masuk ke wilayahnya dan ingin Bangladesh menerima mereka kembali.

Namun, Menlu Bangladesh AK Abdul Momen pekan lalu mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintahnya mengharapkan India, negara terdekat, atau Myanmar --negara asal Rohingya, untuk menerima 81 orang yang selamat.

Ratusan ribu warga Rohingya terpaksa meninggalkan tanah air mereka setelah kekerasan oleh militer Myanmar pada 2017. Myanmar membantah tuduhan genosida dan mengatakan tentara secara sah memerangi gerakan pemberontakan. 

Badan-badan bantuan menuntut pemerintah India berhenti melempar tanggung jawab dan segera menyelamatkan 81 korban selamat dari laut Andaman.

India dalam beberapa pekan terakhir telah memberikan dua juta dosis vaksin COVID-19 ke Bangladesh dan kemungkinan akan menggunakan kebaikan itu untuk menekan Dhaka agar menerima para pengungsi.

Modi mengunjungi Dhaka sebagai bagian dari perayaan 50 tahun kemerdekaan Bangladesh akhir bulan ini.

Sumber: Reuters

Baca juga: India didesak lindungi pengungsi Rohingya yang terapung di laut

Baca juga: Bangladesh "tidak berkewajiban" menerima pengungsi Rohingya

Baca juga: Patroli pantai India selamatkan 81 pengungsi Rohingya di laut


 

Indonesia desak Myanmar selesaikan akar masalah pengungsi Rohingya


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar