Menlu Sri Lanka ingin pendeta Budha belajar bahasa Indonesia

id menlu sri lanka, I Gusti Ngurah Ardiyasa ,dubes ri colombo,Indonesia-Sri Lanka

Menteri Luar Negeri Sri Lanka Dinesh Gunawardena dalam pertemuan dengan Dubes RI Colombo I Gusti Ngurah Ardiyasa pada Kamis (17/12) di Kemlu Sri Lanka. (Antara / Dokumentasi KBRI Colombo)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Sri Lanka Dinesh Gunawardena
menyampaikan keinginan agar biksu Sri Lanka dapat belajar Bahasa Indonesia pada program beasiswa Dharmasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sri Lanka itu dalam pertemuan dengan Dubes RI untuk Sri Lanka I Gusti Ngurah Ardiyasa pada Kamis (17/12) di Kemlu Sri Lanka, berdasarkan keterangan dari KBRI Colombo yang diterima di Jakarta, Jumat.

Minister Counsellor KBRI Colombo Heru Prayitno mengatakan bahwa keinginan tersebut merupakan salah satu topik pembicaraan yang mengemuka pada pertemuan one-on-one antara Dubes I Gusti Ngurah Ardiyasa dan Menlu Dinesh Gunawardena.

Dubes RI dan Menlu Sri Lanka juga tetap berkomitmen menindaklanjuti hasil-hasil kunjungan Presiden Maithripala Sirisena ke Indonesia pada 8 Maret 2017 dan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sri Lanka pada 24-25 Januari 2018 meskipun terdapat tantangan pandemi COVID-19.

Hal lain yang juga mengemuka pada pembicaraan adalah komitmen memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor kerja sama yang menjadi kepentingan bersama, termasuk pemberdayaan wilayah pedesaan, pengembangan kerajinan rakyat, ekonomi desa, pemberdayaan penduduk desa, pengembangan industri tekstil, produk dari pohon palmyra (pohon aren), kelapa, teh dan permohonan pelatihan bagi pengembangan industri batik Sri Lanka.

Baca juga: Indonesia tawarkan bantuan untuk Sri Lanka

Pada kesempatan tersebut, Dubes Ngurah menyambut baik kesediaan Menlu Sri Lanka melanjutkan kegiatan studi kelayakan bersama yang mengarah pada pembentukan Perjanjian Perdagangan Istimewa Indonesia-Sri Lanka, serta kesediaan menjadi tuan rumah Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-3 Indonesia – Sri Lanka dengan usulan waktu pada pertengahan 2021.

"Terlaksananya SKB ke-3 dapat membuka peluang bagi terbentuknya Working Group on Trade and Investment (WGTI) yang bermanfaat untuk menggarap potensi sektor-sektor yang belum tersentuh (untapped potential sector) bagi peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia – Sri Lanka," pungkas Dubes I Gusti Ngurah Ardiyasa.

Baca juga: Indonesia-Sri Lanka lanjutkan kesepakatan ekspor pakaian ke Eropa

Baca juga: Indonesia ingin ikut garap proyek infrastruktur di Sri Lanka

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar