Seorang pendaki Gunung Lawu ditemukan tewas

id gunung lawu,pendaki gunung lawu,pendaki,lawu magetan,BPBD mmagetan,KPH Lawu Ds,evakuasi pendaki,pendaki tewas,cuaca ekstrem

Petugas gabungan dari Perhutani KPH Lawu Ds, BPBD Magetan, dan relawan melakukan apel persiapan evakuasi pendaki di Gunung Lawu yang ditemukan tewas di kawasan puncak Hargo Dumilah, Senin (6/7/2020). (ANTARA/Louis Rika/Rz)

Magetan (ANTARA) - Seorang pendaki gunung berjenis kelamin laki-laki yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas di kawasan Hargo Dumilah yang merupakan puncak Gunung Lawu di wilayah Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin.

Petugas Perum Perhutani KPH Lawu dan Sekitarnya, Supiyanto mengatakan pihaknya menerima laporan dari relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) Magetan. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas dan relawan.

"Kami menerima laporan dari relawan PGL pada Senin pagi. Korban yang tewas di puncak Gunung Lawu masuk wilayah Magetan itu belum diketahui identitasnya," ujar Supiyanto di Magetan.

Baca juga: Pendaki ditemukan selamat tanpa baju di Gunung Guntur Garut

Menurut dia, berdasarkan laporan relawan, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal. Posisinya terlentang tanpa baju atasan dan hanya mengenakan celana bahan jins.

"Korban sudah meninggal dunia di pinggir jurang yang berjarak sekitar 100 meter dari pos V Hargo Dumilah puncak Gunung Lawu," katanya.

Ia menambahkan, saat ditemukan relawan, korban tidak membawa kartu identitas apapun, sehingga menyulitkan petugas untuk proses mengidentifkasi korban.

Supiyanto mengatakan belum diketahui pasti penyebab kematian pendaki tersebut. Namun, diperkirakan karena kondisi cuaca yang ekstrem. Yakni mencapai hingga 6 derajat Celcius.

Petugas yang mendapati laporan tersebut lalu berupaya melakukan evakuasi korban dengan melibatkan relawan, BPBD, dan lainnya.

Baca juga: Petugas cari seorang pendaki yang hilang di Gunung Guntur
Baca juga: Destinasi yang cocok untuk pendaki dan penggemar sepeda
Baca juga: SAR temukan dua pendaki tersesat dalam keadaan selamat

 

Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar