Kemenkominfo ingatkan generasi milenial cerdas kelola TIK

id SAIK 2019,generasi milenial,media digital

Direktur Jenderal Informasi dan Pelayanan Publik Kemenkominfo, Widodo Muktiyo memberikan sambutan membuka pameran Sinergi Aksi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019 di Pangkalpinang, Rabu (23/10/2019). (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak generasi milenial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cerdas mengelola teknologi informasi dan komunikasi agar dapat memberikan efek yang positif terhadap kemajuan bangsa ini.

"Mulai hari ini, mari kita menjadi orang yang cerdas menggunakan teknologi informasi dan komunikasi," kata Direktur Jenderal Informasi dan Pelayanan Publik Kemenkominfo, Widodo Muktiyo saat membuka pameran Sinergi Aksi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019 di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan kegiatan SAIK tahun ini yang bertemakan kolaborasi komunikasi untuk memperkuat persatuan dan kedaulatan bangsa yang memiliki tujuan yang sangat mendalam, karena teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan keseharian masyarakat.

"Kita memiliki teknologi yang diharapkan dapat memberikan efek yang positif yang memakmurkan masyarakat dan bangsa ini, jika digunakan dengan baik tentu menjadi baik, sebaliknya akan menjadi negatif," ujarnya.

Baca juga: Wagub Babel resmikan publik expose dan service exhibitions SAIK 2019

Baca juga: 32 lembaga dan kementerian ikuti pameran SAIK 2019 di Babel


Oleh karena itu, para pelajar dan generasi milenial dalam menggunakan gawai (handphone) untuk lebih cerdas menggunakan teknologi informasi dan komunikasi ini. "Masyarakat harus bisa membedakan, informasi mana yang baik dan buruk untuk diambil serta jangan lagi menyalin dan menyebarkan suatu informasi," katanya.

Ia mengingat para pelajar di Indonesia, khususnya Bangka Belitung untuk lebih berhati-hati menggunakan gawai, karena catatan di media digital tidak bisa dihapus. Sekali ditulis dan dikirim salah, maka itu akan menjadi catatan atas siswa tersebut.

"Pada saat siswa ini lulus sekolah dan mencari pekerjaan, maka perusahaan akan melihat catatan yang tersimpan di media digital tersebut. Ternyata semasa bermain gawai banyak berbuat kesalahan, maka perusahaan akan menolak yang bersangkutan untuk bekerja di perusahaannya," katanya.*

Baca juga: Garuda tambah penerbangan menjelang SAIK 2019

Baca juga: Pemprov Babel siapkan paket wisata untuk peserta Festival SAIK 2019

Pewarta : Aprionis
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar