Tujuan studi sebagai kunci dapatkan beasiswa belajar ke AS

id Beasiswa studi AS,kunci dapatkan beasiswa,fulbright scholarship

Penerima beasiswa Fulbright Yoel Sumitro memberikan saran dan berbagi pengalaman dengan pelajar asal Indonesia di acara pameran pendidikan pasca-sarjana Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (21/9/2019). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Tujuan studi, atau yang sering tertera sebagai study objective, di formulir pendaftaran, dapat menjadi kunci untuk mendapatkan beasiswa belajar ke Amerika Serikat, demikian dikatakan penerima beasiswa Fulbright Yoel Sumitro.

“Pastikan kita dapat meyakinkan mereka (penyelenggara beasiswa) bahwa ketika kita selesai menempuh studi di sana dan kembali ke Indonesia, kita bisa berkontribusi ke masyarakat,” kata Yoel saat dijumpai di sela-sela acara pameran pendidikan pasca-sarjana Amerika Serikat di Hotel Sheraton Gandaria Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pelajaran tersebut dia dapatkan dari pengalamannya sendiri saat mengajukan permintaan beasiswa Fulbright pada tahun 2011 silam.

Lulusan magister University of Washington, AS, itu mengatakan pihak penyelenggara ingin berinvestasi kepada penerima beasiswa yang nantinya akan dapat membawa dampak baik ke banyak orang.

“Apa yang anda tulis di satu lembar study objective itu lah yang nantinya akan membedakan anda dengan kandidat yang lain,” kata Yoel --yang kini bekerja sebagaiVice President bidang desain di salah satu start up e-commerce dalam negeri.

Dia juga menceritakan pengalamannya menulis tujuan studi saat mengajukan beasiswa untuk belajar di jurusan user experience design di University of Washington di kota Seattle.

“Saya bilang ingin meneliti perangkat lunak pendidikan yang dapat membantu komunitas di Indonesia menumbuhkan kreativitas, dan itu saya lakukan untuk tesis di sana,” jelasnya.

Proses untuk mendapatkan beasiswa dan kursi di universitas AS yang diinginkan, menurut dia, memang panjang dan tak mudah. Namun, dia mendorong semua pelajar Indonesia yang ingin melakukan studi ke sana untuk tak mudah menyerah dan percaya diri dalam mengikuti semua langkahnya.

“Dulu dua tahun waktu saya di sana (AS) itu sangat membuka wawasan. Banyak sekali yang saya dapatkan selama dua tahun itu, dan saya rasa worth it untuk bekerja keras demi mendapat kesempatan belajar di luar negeri,” katanya.

Sejumlah perwakilan universitas asal AS turut berpartisipasi dalam acara pameran pendidikan yang diselenggarakan oleh EducationUSA dan Kedutaan Besar AS.

Di antara universitas-universitas tersebut adalah New York University, Penn State University, Northeastern University, University of Missouri, University of Rhode Island, Alabama University, Michigan State University dan Hult International Business School.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari lembaga-lembaga penyedia beasiswa seperti LPDP dan Fulbright Scholarships.

Pameran di Jakarta itu merupakan penyelenggaraan terakhir, setelah sebelumnya EducationUSA mengadakan acara serupa di Yogyakarta dan Malang.

Baca juga: 96 orang Indonesia terima beasiswa "Fulbright"


Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar