Antisipasi dampak asap, masyarakat diimbau kurangi aktivitas luar

id karhutla

Suasana Pusat Perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan di Sipirok yang diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (ANTARA/Kodir)

Tapsel (ANTARA) - Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara  mengimbau masyarakat di daerah itu agar mengurangi aktivitas luar rumah guna mengantisipasi dampak asap.

"Kami mengimbau masyarakat luas agar lebih waspada terhadap kabut asap," kata Kadis Kesehatan Tapanuli Selatan dr Sri Khairunnisa, Sabtu (21/9).

Jika terpaksa harus k eluar rumah diimbau agar tetap menggunakan masker guna menghindari agar pernapasan tidak langsung menghirup udara yang terpapar asap.

Baca juga: Tiga kabupaten di Sumut diselimuti kabut asap

"Kita juga mengimbau petugas agar tetap peka (respon) terhadap perkembangan yang ada seperti meningkatkan surveilans epidemiologi," tambahnya.

Kabut asap yang menyelimuti Tapanuli Selatan beberapa hari belakangan ini dinilai sudah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, dan berpotensi menjadi penyebab gangguan kesehatan.

Asap dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia antara lain ISPA, Pneumonia, iritasi mata, dan iritasi kulit.

"Bila ada masyarakat mengalami misal batuk-batuk dan mata perih silahkan bawa dan periksakan ke Puskesmas yang dijadikan Posko untuk diperiksa kalau perlu diobati," katanya.

Baca juga: Kabut asap mulai melanda Langkat Sumut

Pewarta : Juraidi dan Kodir
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar